KOMPAS.com - Kuliner berbahan dasar tahu memang punya banyak variasi di Indonesia.
Dua yang sering bikin orang bingung adalah kupat tahu dan tahu tek (sering juga disebut tahu kupat di beberapa daerah).
Sekilas tampak mirip, tapi sebenarnya punya perbedaan yang cukup jelas mulai dari sejarah, bahan, hingga cita rasa.
Melansir Antara, kupat tahu merupakan salah satu kuliner tradisional yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit.
Hidangan ini bahkan dikenal sebagai makanan yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, dari bangsawan hingga masyarakat biasa.
Karena sejarah panjangnya, kupat tahu banyak berkembang di wilayah Jawa dengan berbagai variasi daerah.
Sementara itu, tahu tek (yang dalam beberapa konteks disebut juga tahu kupat oleh masyarakat awam) berasal dari Jawa Timur, khususnya Surabaya.
Nama “tek” sendiri berasal dari bunyi gunting saat pedagang memotong tahu dan lontong “tek, tek, tek” yang kemudian menjadi ciri khas penamaannya.
Baca juga: Resep Kupat Tahu Magelang Lengkap dengan Sausnya
Tahu tek dan kupat tahu sama-sama menggunakan bahan dasar tahu, lontong atau ketupat, serta sayuran, namun ada perbedaan dalam bahan penyajiannya, khas Jawa Timur.
Tahu tek umumnya terdiri dari tahu goreng, lontong, kentang goreng, tauge, telor dadar, dan timun yang disiram bumbu petis.
Bumbu petis ini menjadi kunci kelezatan tahu tek yang membedakan dari makanan tahu lain.
Petis adalah pasta udang yang kental dan berwarna hitam yang memberikan rasa gurih dengan aroma khas.
Di sisi lain, kupat tahu biasanya disajikan dengan ketupat, tahu, tauge, kol, dan potongan kacang panjang. Kupat tahu biasanya dibaluri bumbu kacang yang memiliki cita rasa yang lebih manis karena menggunakan gula merah.
Menurut artikel dari Kompas.com (07/09/2025), perbedaan mendasar lain yang pertama ada pada penamaan dan asal daerahnya.
Kalau kamu sedang di Solo, menu ini disebut tahu kupat. Jika kamu bergeser ke arah barat, tepatnya di Magelang, warga lokal menyebutnya kupat tahu.
Meski keduanya sama-sama menggunakan ketupat, tahu goreng, kol, tauge, mi, dan bakwan sebagai isian, sensasi di lidah bakal terasa beda karena racikan bumbunya.
Baca juga: 7 Resep Kupat Tahu Sederhana, Menu Masakan ala Kampung Halaman
Inilah sepiring tahu kupat Pak Gombloh yang disajikan dengan kuah kecap kental plus kuah air bawang di Jalan Perintis Kemerdekaan No 62, Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah. Tahu kupat solo, ciri khas utamanya adalah kuah kecap manis yang kental dan berwarna cokelat gelap.
Kuahnya cenderung bening tapi kaya rasa rempah dengan sentuhan rasa manis-gurih yang segar.
Uniknya lagi, tahu kupat solo biasanya ditaburi dengan kacang tanah goreng yang masih utuh dan irisan daun seledri.
Kupat tahu magelang menggunakan bumbu kacang yang ditumbuk kasar (mirip bumbu pecel tapi lebih cair).
Rasanya cenderung lebih gurih, legit, dan biasanya ada sedikit sentuhan pedas dari ulekan cabai langsung di piringnya. Selain itu, tahu yang digunakan seringkali adalah tahu kuning.
Dilansir dari Kompas.com, sejarah ketupat sendiri ternyata sangat panjang, bahkan sudah ada jauh sebelum pengaruh Islam masuk, yang dikenal dengan nama tipat di masyarakat Jawa dan Bali kuno.
Khusus untuk Tahu Kupat Solo, ada versi yang menyebutkan bahwa kuliner ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit dan dipengaruhi oleh budaya Tionghoa.
Versi lain menceritakan bahwa penjual tahu kupat pertama berasal dari Tawangsari, Sukoharjo, yang kemudian menyebar ke wilayah Surakarta dan sekitarnya hingga jadi ikon kuliner Solo seperti sekarang.
Baca juga: Kupat Tahu Gempol, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1965
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangLihat postingan ini di Instagram