Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi 8 Makanan Rendah Kalori yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Kompas.com, 31 Maret 2026, 15:28 WIB
Afif Khoirul Muttaqin,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

Sumber Healthline

KOMPAS.COM – Menjalankan program diet atau menjaga berat badan ideal sering kali identik dengan rasa lapar yang menyiksa. 

Banyak yang mengira kalau makan sedikit kalori berarti perut harus terus-terusan keroncongan. Padahal, rahasianya bukan pada jumlah makanannya, melainkan pada jenis makanan yang dipilih.

Menurut laporan kesehatan dari Healthline, pada (22/2/23) ada fenomena yang disebut dengan volumetrics. 

Konsep ini menjelaskan bahwa kita bisa merasa kenyang lebih lama dengan mengonsumsi makanan yang memiliki volume besar tetapi densitas energinya rendah.

Baca juga: 7 Menu Food Prep Seminggu yang Lezat dan Rendah Kalori Budget Rp 200 Ribu Saja!

Pakar nutrisi di Healthline menekankan pentingnya Indeks Satiety (indeks rasa kenyang). Makanan yang kaya akan serat, protein, dan air cenderung lebih efektif menekan hormon lapar. 

Rachael Link, MS, RD, seorang ahli diet terdaftar, menyebutkan bahwa memilih makanan dengan nutrisi padat sangat krusial agar tubuh tetap bertenaga meski asupan kalori dibatasi.

Daftar 8 makanan rendah, tetapi bikin kenyang

Nah, buat kamu yang ingin makan enak tanpa takut timbangan melonjak, yuk intip rekomendasi 8 makanan rendah kalori yang terbukti secara ilmiah bikin kenyang lebih lama!

1. Oat

Oat bukan cuma buat sarapan, tapi senjata ampuh penahan lapar. Oat mengandung serat larut bernama beta-glucan.

oatmeal kurma dan almondGemini AI oatmeal kurma dan almond

Penelitian menunjukkan bahwa beta-glucan membantu memperlambat pengosongan lambung, sehingga kamu merasa kenyang lebih lama.

2. Telur

Sering dijuluki sebagai "superfood", satu butir telur besar hanya mengandung sekitar 72 kalori namun kaya akan protein.

Manfaat makan telur rebus saat sarapan Manfaat makan telur rebus saat sarapan

Studi membuktikan bahwa sarapan telur dapat mengurangi asupan kalori di waktu makan berikutnya dibandingkan sarapan dengan karbohidrat tinggi.

Baca juga: Cara Membuat Sop Iga Sapi Rendah Kalori, Ini Resep dan Cara Memasaknya

3. Sup berbasis kaldu

Memulai makan dengan sup bening atau kaldu adalah trik cerdas. Air dalam sup menambah volume di perut tanpa menambah banyak kalori.

Ilustrasi sup sayuran sehatUnsplash Ilustrasi sup sayuran sehat

Pastikan supmu berisi sayuran dan protein tanpa santan atau krim yang berat.

4. Ikan

Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan asam lemak omega-3.

Ilustrasi menyimpan ikan mentah di kulkas dan freezer.. SHUTTERSTOCK/Atsushi Hirao Ilustrasi menyimpan ikan mentah di kulkas dan freezer..

Protein pada ikan dianggap lebih mengenyangkan dibandingkan protein dari daging sapi atau ayam menurut beberapa studi perbandingan indeks rasa kenyang.

Baca juga: Resep Sup Tahu Ayam Simple, Menu Diet Enak Rendah Kalori


5. Greek Yogurt

Berbeda dengan yogurt biasa, greek yogurt memiliki kandungan protein dua kali lebih lipat.

Ilustrasi yogurt. Ilustrasi yogurt.

Mengonsumsi ini sebagai camilan sore hari dapat membantu mengendalikan nafsu makan hingga waktu makan malam tiba.

6. Kentang Rebus

Banyak yang menjauhi kentang karena takut karbohidrat, padahal kentang rebus menempati posisi nomor satu dalam Satiety Index.

Ilustrasi kentang rebus.Dok. Unsplash/Egidijus Bielskis Ilustrasi kentang rebus.

Kentang mengandung proteinase inhibitor 2 (PI2), senyawa yang dapat menekan nafsu makan.

Baca juga: Kandungan Gizi Bakwan Sayur Goreng, Berapa Kalori?

7. Sayuran Hijau (Brokoli dan Bayam)

Sayuran hijau adalah raja dalam urusan rendah kalori. Kamu bisa makan dalam porsi besar (volume tinggi) namun kalorinya sangat kecil.

Ilustrasi sayuran hijau. Dokter merekomendasikan 13 makanan ini untuk membantu menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat saat flu mudah menyebar.iStockphoto/KucherAV Ilustrasi sayuran hijau. Dokter merekomendasikan 13 makanan ini untuk membantu menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat saat flu mudah menyebar.

Serat di dalamnya juga menjaga pencernaan tetap lancar.

8. Buah Beri (Strawberry dan Blueberry)

Ingin yang manis tapi sehat? Buah beri adalah pilihannya. Selain kaya antioksidan, beri mengandung pektin (jenis serat pangan) yang memperlambat pencernaan dan memberikan rasa puas setelah makan.

Diet bukan berarti hanya makan sayur hambar. Pakar diet Brianna Elliott, RD, menyarankan untuk mengombinasikan sumber protein dengan serat di setiap waktu makan. 

Buah beri adalah salah satu buah yang bagus untuk penderita diabetes. Buah-buahan ini tidak hanya memberikan gula alami, tetapi sumber serat, vitamin, dan mineral bermanfaat.pixabay.com/PublicDomainPictures Buah beri adalah salah satu buah yang bagus untuk penderita diabetes. Buah-buahan ini tidak hanya memberikan gula alami, tetapi sumber serat, vitamin, dan mineral bermanfaat.

Misalnya, makan telur rebus dengan irisan tomat atau oat dengan potongan buah beri. Kombinasi ini akan memberikan sinyal kenyang yang lebih kuat ke otak.

Kunci dari menurunkan berat badan yang berkelanjutan adalah konsistensi, dan konsistensi sulit dicapai jika perut selalu lapar. 

Dengan memasukkan 8 makanan di atas ke dalam menu harian, kamu bisa memangkas kalori tanpa merasa kekurangan gizi.

Baca juga: Resep Dawet Tanpa Santan, Takjil Sehat Rendah Kalori dan Gula

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Foodplace (@my.foodplace)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau