Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menemukan Melon Renyah, Manis, dan Juicy di Sudut Wonogiri

Kompas.com, 30 Maret 2026, 21:32 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Melon yang teksturnya renyah dan juicy dengan rasa yang manis, ternyata bisa ditemukan di sudut Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kompas.com menemukannya langsung di Hijau Cedar Farm, Guno Lor, Kecamatan Jatiroto, Wonogiri.

Melon ini saya temukan di kebun melon hidroponik milik seorang pemuda bernama Ginanjar Aldiansyah. Kebun melon itu berada di lahan sekitar rumahnya.

Baca juga: Wisata Petik Melon di Kulon Progo, Bisa Langsung Makan di Tempat

Saat saya berkunjung pada Minggu (29/3/2026), kebun melon Hijau Cedar Farm sedang panen.

"Saya menanam sekitar 700 pohon melon selama kurang-lebih tiga bulan. Sekitar 90 persen yang menghasilkan buah," kata Ginanjar kepada Kompas.com di Hijau Cedar Farm, Minggu.

Ia melanjutkan, ada dua jenis melon di kebunnya. Keduanya adalah melon jenis sweet hami dan inthanon.

Melon yang renyah, juicy, dan manis

Saya membeli kedua jenis melon saat berkunjung. Harganya adalah Rp 35.000 per kilogram untuk sweet hami dan Rp 30.000 per kilogram untuk inthanon.

Setelah mencicipi melon sweet hami, saya merasakan sendiri kelezatan melon ini yang beda dari biasanya.

Baca juga: Kisah Petani Muda Aceh Utara Bangun Miharu Farm, Terapkan Smart Farming dan Agrowisata Melon Premium

Sesuai penjelasan Ginanjar, melon ini memiliki tekstur renyah atau kriuk-kriuk saat dikunyah. Selain itu, saat dikunyah daging melon yang renyah akan mengeluarkan air. Rasanya pun manis.

Sementara untuk melon inthanon, menurut dia tekstur daging buahnya lebih lembut dan juicy, sehingga pas untuk jus.

Ginanjar Aldiansyah, pemilik kebun melon Hijau Cedar Farm di Jatiroto, Wonogiri, Jawa Tengah.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Ginanjar Aldiansyah, pemilik kebun melon Hijau Cedar Farm di Jatiroto, Wonogiri, Jawa Tengah.

Adapun pengunjung yang ingin membeli melon, bisa langsung datang ke Hijau Cedar Farm dan memetik langsung dari pohonnya. Pengunjung juga akan dibantu memilih melon yang sudah matang dan manis.

Menurut Ginanjar, saat ini pihaknya masih menjual melonnya dengan cara wisata petik melon semacam itu.

Baca juga: Lagi Musim dan Banyak Dijual, 5 Cara Pilih Melon yang Manis Tanpa Kupas

"Dijual lewat promosi media sosial. Orang-orang datang ke sini, metik langsung dari pohonnya," ujar dia.

Hijau Cedar Farm di Jatiroto, Wonogiri.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Hijau Cedar Farm di Jatiroto, Wonogiri.

Bagi kamu yang tertarik untuk membeli melon segar ini, bisa datang langsung ke Hijau Cedar Farm, atau memesan melalui akun Instagram @hijau_cedar_farm.

Sebagai info, kebun melon ini hanya menjual melon saat panen. Saat mulai masa tanam, maka melon belum bisa dibeli. Info masa tanam hingga info waktu panen bisa dilihat di akun media sosial tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau