Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 22 Juni 2021, 19:40 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kulkas merupakan peralatan elektronik dapur yang memiliki kegunaan besar dan sering digunakan dibanding peralatan dapur lainnya seperti microwave dan oven. 

Alasan utama orang memiliki kulkas atau lemari es di dapur adalah untuk menjaga bahan makanan seperti daging, ikan, sayuran, dan buah agar tetap segar serta tahan lama. 

Baca juga: Cara Membuat Kulkas Bekerja Lebih Efisien Saat Suhu Panas

Cara paling utama menjaga isi makanan tetap segar dan tahan lama adalah menutup pintu kulkas hingga rapat. Sayangnya, banyak orang yang cukup sering tidak menutup pintu kulkas secara rapat. 

Padahal, lupa menutup pintu kulkas atau pintu kulkas yang tidak tertutup rapat tidak hanya berdampak buruk pada isi makanan di dalamnya, tapi juga kulkas dan kesehatan.

Melansir dari laman Homeguides.sfgate dan 101 Appliance, Selasa (22/6/2021), berikut ini lima bahaya lupa menutup pintu kulkas

Baca juga: 3 Langkah Menghilangkan Goresan pada Kulkas Stainless Steel 

Pertumbuhan bakteri

Bakteri yang menyebabkan pembusukan makanan dan penyakit tumbuh paling baik pada suhu antara 5 dan 57 derajat Celsius.

Suhu kompartemen kulkas pada atau di bawah lima derajat Celsius adalah suhu yang aman untuk menjaga makanan dasar.

Pintu kulkas tidak tertutup rapat memungkinkan suhu naik di atas angka tersebut sehingga dapat mendorong pertumbuhan mikroorganisme atau bakteri, terutama di area terdekat dengan pintu. 

Baca juga: Jangan Dilakukan, Ini 7 Kesalahan Menyimpan Sisa Makanan di Kulkas

Listrik terbuang

Udara di dalam kulkas seharusnya lebih dingin dan lebih kering daripada udara di luar. Pintu yang tertutup rapat memungkinkan udara hangat masuk dan menaikkan suhu di kompartemen makanan.

Untuk menjaga udara tetap dingin, motor harus berjalan lebih sering. Pintu kulkas tidak tertutup rapat dapat membuat listrik terbuang dan menyedot aliran listrik lebih banyak daripada biasanya.  

Baca juga: 5 Penyebab Kelembapan Berlebih pada Kulkas

Isi makanan membusuk

Pintu kulkas tidak tertutup rapat dapat mengganggu fungsi kerja kulkas menjadi tidak maksimal. Akibatnya, isi makanan di dalamnya menjadi cepat rusak atau membusuk lebih cepat dari waktunya.

Kulkas menjadi "berkeringat"

Bahaya lupa menutup pintu kulkas selanjutnya adalah kulkas menjadi "berkeringat" atau mengalami kelembapan.

Baca juga: 6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Kulkas Bekas

Kondensasi terjadi ketika udara panas menyentuh permukaan yang dingin. Ketika pintu kulkas dibiarkan terbuka, itu akan memasukkan udara panas ke kulkas yang dingin.

Hal ini pada akhirnya membentuk tetesan air yang akan membuat kulkas terlihat seperti berkeringat.

Kulkas yang berkeringat berarti mengalami kesulitan mempertahankan suhunya. Anda harus menyeka keringat ini karena itu dapat menyebabkan embun beku tebal, baik di freezer maupun kompartemen kulkas. 

Baca juga: Kulkas Berkarat? Ini Cara Mencegah dan Mengatasinya

Kulkas menjadi terlalu panas

Karena termostat terus-menerus mendapatkan sinyal "masih panas", termostat akan terus memberi tahu kompresor untuk terus bekerja.

Hal ini dapat membuat kompresor terlalu panas, yang dapat menyebabkan beberapa efek buruk pada kemudian hari. 

Baca juga: 8 Tips Menata Isi Kulkas dan Ruang Penyimpanan agar Tampak Rapi

Lantaran kompresor bekerja lebih keras dari seharusnya, hal ini membuat tagihan listrik lebih tinggi setelahnya. 

Nah, itu dia bahaya lupa menutup pintu kulkas. Jangan dilakukan ya! 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau