Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 31 Maret 2026, 14:17 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Rumah minimalis bukan berarti tampilannya sederhana atau terasa kosong dan kaku. Menghadirkan tanaman hias dapat membantu rumah minimalis terlihat menarik serta terasa hidup.

Selain itu, tanaman hias dapat membantu menciptakan suasana lebih tenang dan nyaman.

Baca juga: 6 Cara Merawat Tanaman Hias agar Terus Tumbuh Subur

Kuncinya, memilih jenis tanaman yang tidak tumbuh terlalu cepat agar tetap selaras dengan konsep minimalis yang bersih, lapang, serta tidak berlebihan.

Dikutip dari House Digest, Selasa (31/3/2026), berikut beberapa tanaman hias yang cocok untuk rumah minimalis.

African spear

African spear merupakan tanaman hias yang masih berkerabat dengan lidah mertua. Tanaman ini memiliki daun panjang serta tegak dengan corak warna hijau beraneka ragam yang memberi kesan terstruktur pada ruangan sehingga cocok untuk hunian bergaya minimalis. 

Meski dapat tumbuh hingga lebih dari dua meter, pertumbuhannya tergolong lambat dan minim perawatan. Jadi, cukup siram secara berkala selama musim pertumbuhan. 

Tanaman karet

Ilustrasi tanaman karet.Unsplash/denleyphotography Ilustrasi tanaman karet.
Selanjutnya, tanaman hias yang cocok untuk rumah minimalis adalah tanaman karet. Daunnya yang lebar dan mengkilap serta bentuknya yang tinggi membuat tanaman karet (Ficus elastica) menjadi pilihan fantastis yang mampu menghadirkan kesan kontras pada ruangan minimalis yang netral. 

Tanaman ini dapat tumbuh baik di tempat teduh maupun redup. Namun, perlu dipangkas secara rutin untuk mengontrol ukurannya yang dapat mencapai tiga meter. Siram secara teratur dan biarkan tanah mengering di sela-sela penyiraman. 

Baca juga: Bukan Air Keran, Ini 4 Jenis Air Terbaik untuk Menyiram Tanaman Hias

Lucky bamboo

Lucky bamboo atau bambu keberuntungan memiliki batang panjang dengan daun hijau cerah di sepanjang batang, menciptakan kesan simetris yang menenangkan di rumah bergaya minimalis. 

Tanaman ini tumbuh lambat dan membutuhkan cahaya terang tidak langsung serta media yang lembap. Menariknya, lucky bamboo juga dapat ditanam di air, tapi pastikan air yang digunakan bebas klorin dan letakkan kerikil di dasar untuk akar. 

Tanaman ZZ

Ilustrasi tanaman ZZ.Unsplash/mihaiserban Ilustrasi tanaman ZZ.
Tanaman ZZ (Zamioculcas zamiifolia) menjadi pilihan yang cocok untuk hunian minimalis karena daunnya yang kecil, mengkilap, dan simetris. 

Tanaman ini dapat tumbuh hingga lebih dari satu meter, tetapi karena pertumbuhannya lambat, tidak membutuhkan perawatan khusus.

Siram hanya saat tanah benar-benar kering karena tanaman ini mampu menyimpan udara dan letakkan di area dengan cahaya tidak langsung meski dapat mentoleransi kondisi cahaya redup. 

Baca juga: 5 Mitos Merawat Tanaman Hias di Dalam Rumah

Lidah buaya

Lidah buaya juga menjadi tanaman hias yang cocok untuk rumah minimalis. Bentuk batangnya yang rapi dan runcing dapat menambah daya tarik pada ruangan tanpa membuatnya terlalu rimbun. 

Untuk tumbuh subur, lidah buaya membutuhkan cahaya matahari penuh dan media tanam yang mudah mengalirkan air. Siram hanya ketika tanah benar-benar kering. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau