Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Kesalahan yang Sering Dialami Pemula Saat Merawat Tanaman Hias

Kompas.com, 25 Februari 2026, 20:51 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kesalahan merawat tanaman hias kerap dialami pemula, dari penyiraman yang tidak tepat, media tanam yang salah, hingga lokasi meletakkan tanaman.

Tentu saja, kesalahan perawatan ini bisa menyebabkan tanaman hias bermasalah, seperti layu hingg mati. Padahal, berbagai kesalahan ini bisa dihindari jika mengetahuinya sejak awal. 

Baca juga: Mengenal Bunga Pacar Air, Diprediksi Jadi Tren Tanaman Hias 2026

Dikutip dari Real Simple, Rabu (25/2/2026), berikut sejumlah kesalahan yang sering dialami pemula saat merawat tanaman hias dan kiat sederhana mencegahnya.

Memilih tanaman yang salah

Ilustrasi tanaman hias.Unsplash/huyphan2602 Ilustrasi tanaman hias.
Pemilik tanaman baru sering memilih tanaman yang tidak sesuai dengan gaya hidup dan lingkungan tempat tinggal.

Akibatnya, tanaman kerap layu, bahkan mati, karena perawatan yang tidak tepat, seperti penyiraman atau penempatan. 

“Pertimbangkan sejumlah hal sebelum membeli tanaman hias, seperti berapa banyak waktu yang dimiliki untuk merawat tanaman, suhu, cahaya, dan tingkat kelembapan di rumah,” kata Amy Enfield, ahli hortikultura di ScottsMiracle-Gro yang berbasis di Amerika Serikat.

Untuk pemula, Enfield menyarankan memilih tanaman yang mudah dirawat, seperti lidah mertua, ZZ plant, atau pothos.

Enfield menambahkan, jika tanaman terus bermasalah meski sudah dirawat baik, kemungkinan besar tanaman tersebut tidak cocok dengan gaya hidup kamu.

Dalam kondisi ini, tidak perlu ragu menggantinya dengan jenis tanaman lain yang lebih sesuai. 

Baca juga: 6 Tanda Tanaman Hias Rusak karena Angin dan Cara Mengatasinya

Mengabaikan jarak tanaman

Selanjutnya, kesalahan yang sering dialami pemula saat merawat tanaman hias adalah mengabaikan jarak tanaman. 

Brett Kessler, arsitek lanskap sekaligus pendiri Tract Workshop, mengatakan salah satu kesalahan terbesar pemilik tanaman baru adalah melupakan jarak antartanaman.

“Menanam tanaman terlalu dekat memaksanya bersaing memperebutkan sumber daya, seperti udara, air, sinar matahari, dan nutrisi. Akibatnya, salah satu tanaman bisa kalah dari tanaman lain yang lebih kuat,” ucap Kessler.

Di sisi lain, menanam tanaman terlalu berjauhan dapat menimbulkan masalah karena tanaman dapat tumbuh lebih baik dalam komunitas.

“Dalam sebuah komunitas, tanaman saling menyediakan struktur dan perlindungan. Penanaman dengan kepadatan tepat dapat membantu mempertahankan kelembapan tanah dan menekan gulma,” jelas Kessler. 

Baca juga: Area Terbaik Meletakkan Tanaman Bambu Keberuntungan di Rumah Menurut Feng Shui 

Tidak memperhatikan cara menanam

Ilustrasi tanaman hias.Unsplash/vadimkaipov Ilustrasi tanaman hias.
Menanam tanaman dengan benar sangat penting agar tumbuh subur. Kesalahan umum meliputi penggunaan tanah yang tidak sesuai, ukuran pot yang salah, atau penggunaan pot hias tanpa lubang drainase.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau