Penulis
KOMPAS.com - Memilih lampu untuk kamar tidur tidak bisa dilakukan sembarangan.
Selain memengaruhi kenyamanan, pencahayaan juga berperan penting dalam menciptakan suasana relaksasi yang ideal setelah beraktivitas seharian.
Lalu, berapa sebenarnya berapa watt lampu untuk kamar tidur?
Dikutip dari Helian LED Lighting, untuk ruangan standar, aturan praktis yang bisa digunakan adalah sekitar 15–20 watt pencahayaan LED per 20 meter persegi untuk pencahayaan umum dengan intensitas sedang.
Namun, khusus untuk kamar tidur, kebutuhan cahayanya cenderung lebih rendah. Hal ini karena kamar tidur berfungsi sebagai area istirahat, bukan ruang kerja atau aktivitas intens.
Baca juga: 6 Cara Mendesain Kamar Tidur yang Nyaman dan Tenang
Oleh karena itu, umumnya kamar tidur hanya membutuhkan sekitar 10–20 watt LED untuk seluruh ruangan.
Panduan serupa juga disampaikan oleh IKEA. Dalam panduan umum wattase LED per ruangan, disebutkan:
Artinya, kamar tidur memang dirancang dengan pencahayaan yang lebih lembut dibandingkan ruang lainnya.
Meski watt sering digunakan sebagai acuan, sebenarnya tingkat kecerahan lampu LED diukur dalam lumen, bukan watt. Sebagai gambaran:
Lampu LED 10 watt bisa menghasilkan sekitar 800–1.000 lumen. Semakin tinggi lumen, semakin terang cahaya yang dihasilkan. Jadi, saat memilih lampu, penting untuk memperhatikan kedua aspek ini agar pencahayaan sesuai kebutuhan.
Faktor lain yang sering diabaikan adalah warna ruangan. Dinding berwarna terang cenderung memantulkan cahaya lebih baik, sehingga kebutuhan watt bisa lebih rendah.
Sebaliknya, ruangan dengan warna gelap menyerap cahaya lebih banyak dan membutuhkan lampu dengan watt lebih tinggi agar tetap terang.
Baca juga: 6 Warna Cat yang Paling Tidak Cocok untuk Kamar Tidur
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang