Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Warna Cat yang Paling Tidak Cocok untuk Kamar Tidur

Kompas.com, 9 Maret 2026, 23:02 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Kamar tidur adalah ruang paling pribadi di rumah. Di sinilah tempat untuk beristirahat, memulihkan energi setelah hari yang panjang, dan menjauh sejenak dari kesibukan dunia luar. 

Karena fungsi utamanya adalah untuk relaksasi, pemilihan warna cat kamar tidur menjadi faktor penting yang memengaruhi kenyamanan dan kualitas istirahat.

Warna cat yang tidak cocok untuk kamar tidur 

Menurut para desainer interior seperti Bailey Li dari Bailey Li Interiors, Andrea Magno dari Benjamin Moore, serta Mary Patton dari Mary Patton Design, ada beberapa warna yang sebaiknya dihindari jika ingin menciptakan kamar tidur yang nyaman dan menenangkan.

Dilansir dari Real Simple, berikut enam warna cat yang tidak direkomendasikan untuk kamar tidur.

Baca juga: 7 Warna Cat Ini Dapat Membuat Kamar Mandi Lebih Luas, Tak Selalu Putih

Putih terang

Sekilas, warna putih tampak seperti pilihan paling aman dan klasik untuk kamar tidur. Banyak orang menganggap putih sebagai warna netral yang bersih dan elegan. Namun, tidak semua jenis putih memberikan efek yang sama.

Menurut Bailey Li, warna putih yang terlalu terang atau bernuansa dingin dapat membuat kamar terasa steril dan kurang hangat. Terutama jika digunakan di ruangan dengan pencahayaan buatan, warna ini bisa menciptakan suasana yang kaku dan tidak mengundang.

Alih-alih terasa nyaman, kamar tidur justru bisa tampak seperti ruang kosong yang tidak memiliki karakter. Efek ini tentu kurang ideal untuk ruang yang seharusnya menjadi tempat bersantai.

Sebagai alternatif, pilihlah putih yang lebih hangat seperti krem keputihan atau off-white. Warna ini tetap memberikan kesan terang tetapi terasa lebih lembut dan menenangkan.

Baca juga: Ini Warna Cat yang Dapat Meredam Kekhawatiran Perubahan Iklim

Ungu terang

Dalam teori warna, ungu terang termasuk warna yang cenderung membangkitkan energi. Meskipun terlihat menarik secara visual, warna ini kurang cocok untuk ruang yang membutuhkan suasana relaksasi seperti kamar tidur.

Andrea Magno menjelaskan bahwa warna-warna yang berada di sisi hangat roda warna, seperti merah, oranye, dan kuning, biasanya memberikan efek lebih intens dan merangsang. Ungu terang sering kali memiliki karakter yang serupa karena campuran warna tersebut.

Jika digunakan di kamar tidur, warna ini bisa membuat ruangan terasa terlalu aktif secara visual, sehingga tidak mendukung suasana santai.

Sebagai gantinya, warna yang lebih sejuk seperti biru atau hijau sering direkomendasikan untuk kamar tidur. Kedua warna ini dikenal memiliki efek menenangkan dan membantu menciptakan atmosfer yang lebih damai.

Baca juga: Bukan Putih, Ini 7 Warna Cat Paling Cocok untuk Kamar Mandi Kecil

Kuning

Kuning identik dengan sinar matahari dan energi siang hari. Walaupun terlihat ceria dan menyenangkan, warna ini tidak selalu ideal untuk kamar tidur.

Karena kuning sering dikaitkan dengan cahaya matahari, warna ini dapat membuat tubuh secara psikologis merasa lebih terjaga. Akibatnya, proses relaksasi di malam hari bisa menjadi lebih sulit.

Selain itu, warna kuning yang cerah juga dapat terasa terlalu kuat di ruangan dengan pencahayaan alami yang terbatas. Bukannya membuat ruangan terasa lebih terang, warna ini justru bisa terlihat semakin mencolok dan intens.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau