Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keranjang Serat Pisang dari Kulonprogo Tembus Pasar Belanda dan Jepang

Kompas.com, 9 Maret 2026, 12:07 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada gelaran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, ada sebuah sudut yang memancarkan aroma tanah dan dedaunan kering yang mencuri perhatian.

Di sana, terdapat produit dekorasi vernirai ekonomi tinggi yang berasal dari material alami  pelepah pisang, pandan laut, dan rumput.

Adalah Mahendcraft, lini usaha asal Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang membuktikan bahwa kunci menembus pasar global bukan melulu soal teknologi canggih, melainkan orisinalitas dan keberlanjutan.

Pemilik Mahendcraft, Priyo Nugroho, memulai langkahnya pada 2019. Tujuh tahun berjibaku dengan serat alami, ia paham betul bahwa konsumen mancanegara kini tidak hanya mencari estetika, tetapi juga etika di balik sebuah produk.

Baca juga: IFEX 2026 Hadirkan Furnitur Inovasi, Bidik 15 Ribu Pembeli Internasional

“Produk kami menggunakan serat alami lokal seperti pelepah pisang, sisal, pandan laut, dan mendong. Pembeli lebih tertarik pada serat alami karena ramah lingkungan. Jika sudah tidak terpakai, bahan ini mudah terurai dibandingkan plastik,” ujar Priyo kepada Kompas.com, Minggu (8/3/2026).

Katalog Mahendcraft mencakup spektrum luas, mulai dari souvenir seharga Rp 10.000 hingga paket meja-kursi bernilai jutaan rupiah.

Namun, primadonanya tetaplah keranjang laundry kepang dan dekorasi dinding yang multifungsi.

Melawan Mesin dengan Matahari

Di era industri massal, Priyo tetap setia pada proses manual yang memakan waktu lama. Menariknya, ia justru menghindari penggunaan mesin pengering (oven).

Baginya, rahasia kekuatan serat terletak pada panas matahari yang meresap hingga ke inti material.

Baca juga: IFEX 2026 Raup 300 Juta Dollar AS, Ini Furnitur yang Diburu

“Kalau menggunakan oven, pengeringannya kadang tidak meresap sampai ke dalam sehingga bagian dalam masih lembap. Pengeringan alami membuat panas meresap maksimal,” jelas Priyo.

Satu keranjang laundry setidaknya membutuhkan waktu satu hari penuh untuk dianyam di atas rangka.

Durasi ini bisa membengkak jika cuaca di Kulonprogo sedang tak bersahabat, sebuah tantangan klasik bagi industri kerajinan yang masih sangat bergantung pada alam.

Kerajinan dari serat alami dalam gelaran International Furniture Expo (IFEX) 2026 Elma Pinkan Yulianti Kerajinan dari serat alami dalam gelaran International Furniture Expo (IFEX) 2026
Kekuatan Foto Tanpa Edit

Ekspansi Mahendcraft ke Belanda, Amerika Serikat, hingga Jepang tidak lahir dari kampanye iklan berbiaya besar.

Priyo memanfaatkan kejujuran visual di media sosial. Strategi Business-to-Business (B2B) yang ia jalankan bertumpu pada satu prinsip, kepercayaan.

Baca juga: Cara Merawat Furnitur Kayu agar Tetap Awet dan Tampak Baru

“Biasanya buyer tertarik dengan postingan produk asli tanpa diedit. Dari situ kami meyakinkan mereka dengan mengirimkan contoh produk dan menunjukkan proses pembuatannya yang melibatkan warga sekitar,” ungkapnya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau