Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 8 Maret 2026, 22:07 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - WC mampet menjadi salah satu masalah rumah tangga yang cukup sering terjadi. Penyebabnya beragam, mulai dari penumpukan kotoran, tisu, hingga benda lain yang tidak sengaja masuk ke dalam saluran pembuangan.

Untuk mengatasinya, sebagian orang mencoba berbagai cara, termasuk menggunakan soda api atau soda kaustik.

Bahan kimia ini sering disebut-sebut mampu membantu membuka sumbatan di saluran air. Namun, apakah soda api untuk toilet mampet efektif dan aman digunakan?

Mengutip Lanes Drainage Services, soda api atau soda kaustik dikenal juga sebagai natrium hidroksida (NaOH). Bahan ini memiliki sifat sangat basa dan korosif.

Soda kaustik biasanya tersedia dalam berbagai bentuk, seperti pelet, serpihan, bubuk, atau larutan. Zat ini mudah larut dalam air dan dapat memicu reaksi kimia yang cukup kuat.

Baca juga: Wastafel Sering Mampet Gara-gara Rambut? Ini Cara Mengatasinya

Ketika bereaksi dengan bahan organik seperti sisa makanan, rambut, atau lemak, soda kaustik dapat membantu menguraikan material tersebut. Inilah yang membuatnya sering digunakan untuk mengatasi saluran air yang tersumbat.

Cara pakai soda api buat WC mampet

Beberapa orang menggunakan soda api untuk kloset atau saluran air yang mampet. Prosesnya umumnya dilakukan dengan mencampurkan soda kaustik dengan air terlebih dahulu.

Setelah larut, cairan tersebut kemudian dituangkan secara perlahan ke dalam saluran yang tersumbat. Larutan dibiarkan bekerja selama sekitar 30 menit hingga satu jam agar reaksi kimia dapat menguraikan material penyumbat.

Setelah itu, saluran biasanya dibilas menggunakan air panas agar sisa kotoran ikut terbawa aliran air.

Dalam beberapa kasus, alat penyedot toilet atau alat pembersih saluran juga digunakan untuk membantu mendorong sumbatan keluar.

Penggunaan soda api untuk toilet mampet dikenal cukup efektif dalam melarutkan bahan organik yang menjadi penyebab utama penyumbatan saluran air.

Baca juga: 3 Hal Ini Sering Bikin Wastafel Mampet

Selain itu, bahan ini relatif mudah ditemukan di pasaran dan harganya cukup terjangkau. Karena mudah terurai secara alami, sebagian orang juga menganggapnya lebih ramah lingkungan dibandingkan beberapa pembersih saluran kimia lainnya.

Soda api untuk WC mampet apakah aman?

Meski cukup efektif, penggunaan soda api buat WC mampet juga memiliki sejumlah risiko.

Sifatnya yang sangat korosif dapat merusak pipa dan sistem drainase rumah, terutama jika digunakan terlalu sering atau dalam jumlah besar. Kerusakan ini bisa menyebabkan kebocoran atau masalah perpipaan lain yang biayanya jauh lebih mahal untuk diperbaiki.

Selain itu, soda api juga berbahaya bagi manusia. Jika terkena kulit atau mata, bahan ini dapat menyebabkan iritasi hingga luka bakar. Uap yang dihasilkan juga dapat berbahaya jika terhirup.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau