Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Kesalahan Gunakan Produk Pembersih yang Perlu Dihindari

Kompas.com, 31 Maret 2026, 15:39 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Produk pembersih menjadi bahan yang selalu diandalkan dalam menjaga kebersihan rumah. 

Namun, kegunaannya tidak selalu aman seperti yang dibayangkan. Tanpa disadari, kesalahan kecil saat memakai bahan pembersih justru dapat menimbulkan risiko kesehatan, dari iritasi kulit hingga gangguan pernapasan. 

Baca juga: Cara Menyimpan Produk Pembersih Kimia di Rumah

Terlebih lagi, mencampurkan produk pembersih tertentu dapat menghasilkan zat berbahaya bagi rumah dan membahayakan penghuninya.  

Untuk menghindari efek berbahaya dari produk pembersih, dikutip dari Better Homes and Gardens, Selasa (31/3/2026), berikut sejumlah kesalahan menggunakan produk pembersih yang perlu dihindari dan tindakan pencegahannya.

Menggunakan produk beracun

Pastikan selalu memilih produk yang tidak beracun dan ramah lingkungan. Bahan alami dapat membantu menurunkan risiko cedera serta kondisi yang tidak diinginkan. 

"Meski tidak mungkin hidup sepenuhnya tanpa bahan kimia, mengurangi paparan bahan berbahaya dalam produk pembersih di rumah penting untuk menjaga kesehatan anggota keluarga dan lingkungan," kata Marilee Nelson, salah satu pendiri Branch Basics.

Lakukan penelitian terhadap produk pembersih yang sering digunakan. Pastikan kandungannya aman. Jika memungkinkan, pilih produk berbahan alami. 

Baca juga: 4 Bahan Pembersih yang Tidak Boleh Digunakan pada Meja Dapur Granit

Melewatkan membaca label

Selanjutnya, kesalahan menggunakan produk pembersih yang perlu dihindari adalah melewatkan membaca label yang tertera pada kemasan.

"Untuk menjaga keselamatan keluarga, selalu baca dan ikuti petunjuk produsen pada label produk pembersih agar terhindar dari kesalahan penggunaan," ucap Diana Ciechorska, Manajer Umum di Park Slope Cleaning.

Setiap produk pembersih dilengkapi dengan petunjuk penggunaan yang mencangkup peringatan tentang potensi bahaya, instruksi takaran penggunaan, dan rekomendasi alat pelindung diri. 

Jika diabaikan, hal ini tidak hanya mengurangi efektivitas produk, tetapi juga berisiko merusak permukaan dan meningkatkan potensi gangguan kesehatan.

Tidak memastikan sirkulasi yang memadai

Beberapa produk pembersih dapat melepaskan uap dan partikel ke udara yang bertahan selama beberapa menit setelah digunakan.

Paparan ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. 

Baca juga: 7 Manfaat Lemon yang Tidak Terduga, Bisa Jadi Pembersih Alami

“Misalnya, cuka, jika digunakan dengan benar dapat menjadi produk pembersih yang aman. Namun, kandungan asam asetat dapat mengiritasi paru-paru jika dihirup,” kata Nelson.

Untuk mencegahnya, buka jendela saat membersihkan, gunakan kipas angin, dan pastikan ventilasi baik hingga bau bahan kimia hilang.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau