Hindari menggunakan semprotan di dekat orang yang memiliki riwayat penyakit kronis.
Mencampur produk pembersih dengan bahan lain mungkin tampak efektif, tetapi cara ini justru berbahaya dan tidak disarankan.
Menggabungkan bahan pembersih, seperti pemutih dan amonia, dapat menghasilkan gas beracun yang berbahaya jika terhirup.
Beberapa produk pembersih dapat mengandung pemutih dan beberapa yang lain mengandung amonia, misalnya pembersih kamar mandi, jendela, dan kaca.
Mencampur bahan-bahan ini dapat menimbulkan efek berbahaya. Cara terbaik menggunakan produk pembersih adalah menggunakan satu produk dalam satu waktu. Hal ini juga berlaku untuk larutan pembersih yang mengandung cuka.
Baca juga: Stop Gunakan Pembersih Uap untuk Mengepel Lantai Kayu, Ini Bahayanya
Alat pelindung diri juga menjadi bagian penting yang harus disiapkan saat membersihkan permukaan tertentu.
“Misalnya, mengenakan sarung tangan untuk mencegah iritasi kulit atau masker saat menangani bahan kimia berbau menyengat untuk menghindari risiko menghirup baunya," kata Ciechorska.
Produk berbentuk bubuk mengandung partikel halus yang dapat mengiritasi paru-paru dan mata. Karena itu, selalu kenakan alat pelindung diri yang sesuai saat menggunakan produk tersebut.
Terakhir, kesalahan menggunakan produk pembersih yang perlu dihindari adalah menyimpannya sembarangan. Simpan di tempat sejuk, kering, jauh dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan.
"Produk pembersih, bahkan yang masih tersegel, dapat menyebarkan senyawa berbahaya ke udara," kata Nelson.
Untuk menjaga keamanannya, jangan menyimpan produk pembersih berbahan kimia di tempat tertutup yang sama dengan makanan atau bahan makanan lain.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang