JAKARTA, KOMPAS.com - Pada gelaran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, ada sebuah sudut yang memancarkan aroma tanah dan dedaunan kering yang mencuri perhatian.
Di sana, terdapat produit dekorasi vernirai ekonomi tinggi yang berasal dari material alami pelepah pisang, pandan laut, dan rumput.
Adalah Mahendcraft, lini usaha asal Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang membuktikan bahwa kunci menembus pasar global bukan melulu soal teknologi canggih, melainkan orisinalitas dan keberlanjutan.
Pemilik Mahendcraft, Priyo Nugroho, memulai langkahnya pada 2019. Tujuh tahun berjibaku dengan serat alami, ia paham betul bahwa konsumen mancanegara kini tidak hanya mencari estetika, tetapi juga etika di balik sebuah produk.
Baca juga: IFEX 2026 Hadirkan Furnitur Inovasi, Bidik 15 Ribu Pembeli Internasional
“Produk kami menggunakan serat alami lokal seperti pelepah pisang, sisal, pandan laut, dan mendong. Pembeli lebih tertarik pada serat alami karena ramah lingkungan. Jika sudah tidak terpakai, bahan ini mudah terurai dibandingkan plastik,” ujar Priyo kepada Kompas.com, Minggu (8/3/2026).
Katalog Mahendcraft mencakup spektrum luas, mulai dari souvenir seharga Rp 10.000 hingga paket meja-kursi bernilai jutaan rupiah.
Namun, primadonanya tetaplah keranjang laundry kepang dan dekorasi dinding yang multifungsi.
Di era industri massal, Priyo tetap setia pada proses manual yang memakan waktu lama. Menariknya, ia justru menghindari penggunaan mesin pengering (oven).
Baginya, rahasia kekuatan serat terletak pada panas matahari yang meresap hingga ke inti material.
Baca juga: IFEX 2026 Raup 300 Juta Dollar AS, Ini Furnitur yang Diburu
“Kalau menggunakan oven, pengeringannya kadang tidak meresap sampai ke dalam sehingga bagian dalam masih lembap. Pengeringan alami membuat panas meresap maksimal,” jelas Priyo.
Satu keranjang laundry setidaknya membutuhkan waktu satu hari penuh untuk dianyam di atas rangka.
Durasi ini bisa membengkak jika cuaca di Kulonprogo sedang tak bersahabat, sebuah tantangan klasik bagi industri kerajinan yang masih sangat bergantung pada alam.
Kerajinan dari serat alami dalam gelaran International Furniture Expo (IFEX) 2026 Ekspansi Mahendcraft ke Belanda, Amerika Serikat, hingga Jepang tidak lahir dari kampanye iklan berbiaya besar.
Priyo memanfaatkan kejujuran visual di media sosial. Strategi Business-to-Business (B2B) yang ia jalankan bertumpu pada satu prinsip, kepercayaan.
Baca juga: Cara Merawat Furnitur Kayu agar Tetap Awet dan Tampak Baru
“Biasanya buyer tertarik dengan postingan produk asli tanpa diedit. Dari situ kami meyakinkan mereka dengan mengirimkan contoh produk dan menunjukkan proses pembuatannya yang melibatkan warga sekitar,” ungkapnya.