Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tanda Tanaman Hias Rusak karena Angin dan Cara Mengatasinya

Kompas.com, 24 Februari 2026, 18:34 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Angin dapat menjadi masalah bagi tanaman hias di dalam ruangan (indoor), terutama bila diletakkan dekat jendela. 

Angin dapat membawa kerusakan pada tanaman hias indoor karena beberapa tanaman sensitif terhadap udara dingin atau kering. 

Baca juga: 6 Tanaman Hias Terbaik untuk Pot Gantung 

Kerusakan tersebut meliputi tanaman layu, daun rontok daun, hingga mati.

Nah, dikutip dari Homes and Gardens, Selasa (24/2/2026), berikut sejumlah tanda tanaman hias rusak karena angin dan cara mengatasinya.

Daun rontok

Ilustrasi tanaman hias.Unsplash/huyphan2602 Ilustrasi tanaman hias.
Tanaman hias yang tiba-tiba menggugurkan daunnya dalam jumlah banyak atau secara teratur bisa menjadi reaksi terhadap paparan angin dingin, baik dari AC, kipas angin, maupun jendela yang terbuka.

Alex Kantor, Presiden Perfect Plants Nursery–-perusahaan tanaman hias yang berbasis di Amerika Serikat (AS)--menjelaskan tanaman hias yang sebelumnya sehat tiba-tiba menggugurkan daun hijau yang sehat itu bisa disebabkan fluktuasi suhu.

Banyak varietas tanaman ficus atau spesies jeruk indoor yang terpengaruh fluktuasi suhu, khususnya tanaman yang diletakkan di dekat jendela atau pintu masuk. 

Baca juga: 5 Cara Menata Tanaman Hias di Ruang Keluarga agar Tampak Menarik

"Perubahan suhu yang tiba-tiba, baik dingin maupun panas, dapat membuat tanaman stres. Hal ini mengakibatkan perubahan fisiologis yang menyebabkan daun rontok, mirip ketika tanaman tidak menerima cukup cahaya atau kekurangan air," kata Paris Lalicata, Kepala Edukasi Tanaman di The Sill.

Untuk mengatasinya, pindahkan tanaman hias ke area yang tidak berangin yang suhunya lebih stabil. Pemangkasan ringan dapat dilakukan untuk menghilangkan batang yang terlalu panjang, tapi tetap perhatikan kondisi tanaman.

Ujung daun menguning

Selanjutnya, tanda tanaman hias rusak karena angin adalah ujung daun menguning. 

Justine Kandra, ahli hortikultura di Kemper Center for Home Gardening yang berdomisili di AS, mengatakan angin dingin dapat merusak tanaman hias indoor dengan dua cara.

Pertama, suhu dingin dapat merusak sel-sel tanaman hingga menganggu pertumbuhannya dan menyebabkan tanda-tanda kerusakan, seperti daun hitam dan lembek.

Kedua, pergerakan udara di atas daun dapat mempercepat transpirasi (hilangnya kadar air dalam bentuk uap) melalui permukaan daun yang biasanya menyebabkan tepi daun berubah menjadi coklat. 

Baca juga: 9 Tanaman Hias yang Dapat Tumbuh Subur Tanpa Tanah 

"Tanaman yang diletakkan di dekat ventilasi atau jendela yang berangin sering kali menunjukkan tepi atau ujung daun yang kering dan berwarna coklat, sementara bagian sebaliknya tetap hijau," kata Alex.

Untuk mengatasi ini, Justine menyarankan menghilangkan angin dingin dengan menutup celah di jendela terlebih dahulu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau