Penulis
KOMPAS.com - Kesibukan sehari-hari kerap membuat sebagian orang lupa menyiram, memberi pupuk, atau sekadar memeriksa kondisi tanaman hias di rumah.
Akibatnya, tanaman yang semula hijau dan segar berubah menjadi layu, daunnya mengering, bahkan diserang hama.
Ilustrasi merawat tanaman hiasDilansir dari The Spruce, berikut ini 6 tips merawat tanaman bagi yang sering lupa karena kesibukan.
Salah satu penyebab utama tanaman mati adalah lupa menyiram. Untuk mengatasinya, pot dengan sistem penyiraman mandiri (self-watering planter) bisa menjadi solusi.
Baca juga: 5 Cara Mencegah Anjing dan Kucing Memakan Tanaman Hias
Pot jenis ini memiliki wadah air di bagian bawah yang memungkinkan tanaman menyerap air sesuai kebutuhannya.
Biasanya terdapat tanda batas pengisian air, sehingga setelah diisi, tanaman tidak perlu disiram lagi dalam beberapa waktu.
“Pot self-watering sangat membantu, terutama untuk tanaman seperti basil yang menyukai tanah lembap, tapi tidak tergenang,” kata Jonathan Foster.
Sementara itu, Justin Hancock mengingatkan agar air tidak diisi melebihi batas yang dianjurkan dan jangan dibiarkan kering terlalu lama.
Akan tetapi, sistem ini tidak cocok untuk semua tanaman. Tanaman yang menyukai kondisi kering seperti sukulen, atau tanaman tropis tertentu yang membutuhkan tanah sangat lembap, mungkin kurang ideal jika menggunakan pot self-watering.
Baca juga: 4 Tanaman Hias Berbentuk Hati yang Cocok untuk Hadiah Valentine
Alat pengukur kelembapan tanah (soil moisture meter) bekerja dengan cara dimasukkan ke dalam media tanam untuk mengetahui kadar air di dalamnya.
Meski begitu, Hancock mengingatkan bahwa tidak semua alat memiliki tingkat akurasi yang sama dan sebagian hanya cocok untuk jenis tanaman tertentu.
Untuk tanaman kecil di meja, dia menyarankan metode sederhana, yaitu dengan mengangkat pot.
“Semakin basah media tanam, semakin berat potnya. Dari situ, kita bisa memperkirakan apakah tanaman perlu disiram atau tidak,” ujar Hancock.
Baca juga: 5 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan yang Paling Mudah Dirawat
Selain air, nutrisi juga sering terlupakan. Agar tanaman tetap mendapat asupan gizi, Hancock merekomendasikan penggunaan pupuk lepas lambat berbentuk butiran atau pelet.