Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tips Merawat Tanaman Hias untuk Orang yang Sibuk

Kompas.com, 15 Februari 2026, 09:15 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Kesibukan sehari-hari kerap membuat sebagian orang lupa menyiram, memberi pupuk, atau sekadar memeriksa kondisi tanaman hias di rumah.

Akibatnya, tanaman yang semula hijau dan segar berubah menjadi layu, daunnya mengering, bahkan diserang hama.

Tips merawat tanaman hias untuk orang yang sibuk 

Ilustrasi merawat tanaman hiasFreepik/rawpixel.com Ilustrasi merawat tanaman hias

Dilansir dari The Spruce, berikut ini 6 tips merawat tanaman bagi yang sering lupa karena kesibukan.

Gunakan pot dengan sistem penyiraman mandiri

Salah satu penyebab utama tanaman mati adalah lupa menyiram. Untuk mengatasinya, pot dengan sistem penyiraman mandiri (self-watering planter) bisa menjadi solusi.

Baca juga: 5 Cara Mencegah Anjing dan Kucing Memakan Tanaman Hias

Pot jenis ini memiliki wadah air di bagian bawah yang memungkinkan tanaman menyerap air sesuai kebutuhannya.

Biasanya terdapat tanda batas pengisian air, sehingga setelah diisi, tanaman tidak perlu disiram lagi dalam beberapa waktu.

“Pot self-watering sangat membantu, terutama untuk tanaman seperti basil yang menyukai tanah lembap, tapi tidak tergenang,” kata Jonathan Foster.

Sementara itu, Justin Hancock mengingatkan agar air tidak diisi melebihi batas yang dianjurkan dan jangan dibiarkan kering terlalu lama.

Akan tetapi, sistem ini tidak cocok untuk semua tanaman. Tanaman yang menyukai kondisi kering seperti sukulen, atau tanaman tropis tertentu yang membutuhkan tanah sangat lembap, mungkin kurang ideal jika menggunakan pot self-watering.

Baca juga: 4 Tanaman Hias Berbentuk Hati yang Cocok untuk Hadiah Valentine

Manfaatkan alat pengukur kelembapan tanah

Alat pengukur kelembapan tanah (soil moisture meter) bekerja dengan cara dimasukkan ke dalam media tanam untuk mengetahui kadar air di dalamnya.

Meski begitu, Hancock mengingatkan bahwa tidak semua alat memiliki tingkat akurasi yang sama dan sebagian hanya cocok untuk jenis tanaman tertentu.

Untuk tanaman kecil di meja, dia menyarankan metode sederhana, yaitu dengan mengangkat pot.

“Semakin basah media tanam, semakin berat potnya. Dari situ, kita bisa memperkirakan apakah tanaman perlu disiram atau tidak,” ujar Hancock.

Baca juga: 5 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan yang Paling Mudah Dirawat

Pilih pupuk lepas lambat

Selain air, nutrisi juga sering terlupakan. Agar tanaman tetap mendapat asupan gizi, Hancock merekomendasikan penggunaan pupuk lepas lambat berbentuk butiran atau pelet.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau