Penulis
KOMPAS.com - Tidak seperti susu atau krim yang wajib didinginkan agar tidak cepat basi, cara penyimpanan mentega kerap membingungkan. Ada orang yang menyimpannya di kulkas, ada pula yang menaruhnya di atas meja dapur agar mudah digunakan kapan saja.
Para ahli keamanan pangan menjelaskan bahwa jawaban atas pertanyaan ini sangat bergantung pada jenis mentega, cara pengolahan, serta seberapa cepat mentega tersebut akan digunakan.
Dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut adalah penjelasannya.
Mentega sebenarnya relatif aman disimpan di luar kulkas untuk jangka waktu tertentu. Hal ini didukung oleh badan keamanan pangan dan hasil studi yang dilakukan oleh Food and Drug Administration.
Baca juga: 4 Tips Menyimpan Stroberi di Kulkas agar Tidak Cepat Lembek dan Busuk
Berbeda dengan susu cair, mentega memiliki kadar air yang lebih rendah dan kandungan lemak yang tinggi, sehingga tidak mudah menjadi media pertumbuhan bakteri.
Menurut Janilyn Hutchings, ilmuwan pangan bersertifikat dari StateFoodSafety, proses pasteurisasi pada krim sebelum menjadi mentega berperan besar dalam menekan patogen. Selain itu, proses pengadukan membuat mentega menjadi padat dan lebih stabil pada suhu ruangan.
Mentega asin bahkan lebih aman disimpan di luar kulkas karena kandungan garamnya membantu menghambat pertumbuhan bakteri. Inilah alasan mengapa sejak dulu mentega dan margarin sering disimpan di suhu ruangan tanpa menimbulkan masalah serius.
Meski terlihat praktis, tidak semua mentega aman disimpan di atas meja dapur. Hanya mentega yang telah dipasteurisasi, biasanya mentega kemasan yang dijual di supermarket, yang boleh dibiarkan di suhu ruangan.
Baca juga: Cara Menyimpan Madu yang Benar agar Rasa Tidak Berubah
Mentega buatan sendiri, mentega dari susu mentah, serta mentega oles yang dijual dalam wadah plastik kecil sebaiknya selalu disimpan di kulkas.
Produk-produk ini cenderung memiliki kadar air lebih tinggi atau tidak melalui proses pengolahan yang cukup untuk menjamin keamanannya jika disimpan di luar lemari es.
Walaupun mentega bisa bertahan di suhu ruangan, bukan berarti kualitasnya akan tetap optimal tanpa batas waktu. United States Department of Agriculture menyarankan agar mentega atau margarin yang disimpan di suhu ruangan digunakan dalam hitungan beberapa hari.
Jika dibiarkan terlalu lama, mentega dapat mengalami oksidasi lemak yang menyebabkan rasa tengik dan aroma tidak sedap.
Baca juga: Berapa Lama Sisa Makanan Bisa Bertahan di Kulkas?
Paparan udara, panas, dan cahaya juga mempercepat proses penurunan kualitas ini. Sebaliknya, mentega yang disimpan di kulkas dapat bertahan selama beberapa bulan tanpa perubahan rasa yang signifikan.
Banyak ahli menyarankan strategi praktis, yakni simpan sebagian kecil mentega di luar kulkas untuk kebutuhan harian, sementara sisanya tetap berada di lemari es agar lebih awet.
Jika memilih menyimpan mentega di suhu ruangan, wadah khusus mentega sangat dianjurkan. Wadah dengan penutup rapat membantu melindungi mentega dari udara, bau makanan lain, serta paparan cahaya yang dapat merusak kualitasnya.
Namun, apa pun jenis wadahnya, kebersihan tetap menjadi kunci. Wadah mentega perlu dicuci secara menyeluruh dan rutin untuk mencegah kontaminasi bakteri.
Dengan penyimpanan yang tepat, mentega bisa tetap aman, lezat, dan siap dipakai kapan saja sesuai kebutuhan dapur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang