Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 25 Februari 2026, 11:23 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Furnitur dan dekorasi berbahan alami kembali menjadi primadona dalam dunia desain interior. Di antara berbagai pilihan yang ada, rotan dan anyaman menjadi dua opsi yang paling sering muncul.

Meski tampak sama, rotan dan anyaman memiliki makna yang berbeda. Memahami perbedaannya tidak hanya membantu memilih furnitur yang tepat, tetapi juga memastikan material tersebut sesuai dengan fungsi, lokasi penempatan, dan gaya interior rumah.

Apa itu anyaman?

Dilansir dari Better Homes and Gardens, anyaman bukanlah jenis bahan, melainkan teknik atau proses pembuatan. 

Secara sederhana, anyaman adalah metode menenun atau menyilangkan material tertentu untuk membentuk permukaan atau struktur yang kokoh. Teknik ini sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu dan awalnya memanfaatkan bahan alami seperti daun palem, rumput, dan serat tanaman lainnya.

Baca juga: Hindari Kesan Mononton, Ini Cara Mengombinasikan Warna Furnitur Kayu

Seiring waktu, rotan menjadi salah satu material paling populer untuk teknik anyaman karena sifatnya yang kuat, lentur, dan tahan lama. 

Saat ini, produk anyaman bisa dibuat dari berbagai bahan, baik alami maupun sintetis. Untuk furnitur dalam ruangan, anyaman umumnya menggunakan rotan atau bambu, sementara furnitur luar ruangan sering dibuat dari serat sintetis agar lebih tahan terhadap cuaca dan kelembapan.

Karena sifatnya sebagai teknik, istilah “anyaman” mencakup berbagai jenis produk, mulai dari kursi, meja, keranjang, hingga aksesori dekoratif seperti alas piring, nampan, dan bingkai cermin.

Karakter furnitur anyaman untuk interior rumah 

Anyaman dikenal mampu menghadirkan tekstur visual yang menarik tanpa membuat ruangan terasa berat. Warna alaminya yang netral memudahkan anyaman dipadukan dengan berbagai palet warna, baik interior minimalis, modern, maupun klasik.

Baca juga: 4 Hal yang Penting Diperhatikan Saat Membeli Furnitur Bekas

Di ruang keluarga, furnitur anyaman sering digunakan sebagai kursi tambahan atau elemen aksen. Di dapur dan ruang makan, alas piring atau keranjang anyaman bisa menjadi cara sederhana menambahkan dimensi visual sekaligus fungsi penyimpanan. 

Anyaman juga kerap dipilih karena memberikan kesan santai dan “hidup”, terutama pada ruangan yang didominasi material polos seperti kayu atau beton.

Apa itu rotan?

Rotan adalah material alami yang berasal dari tanaman palem merambat yang banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara. Tanaman ini tumbuh dengan cara melilit pohon lain untuk mendapatkan cahaya matahari. 

Setelah dipanen, batang rotan diproses dengan cara diluruskan, direbus agar lentur, lalu dibentuk sesuai desain furnitur yang diinginkan.

Baca juga: 5 Alasan Tidak Boleh Meletakkan Furnitur Menempel ke Dinding

Rotan memiliki karakter ringan namun kuat, sehingga mudah dibentuk menjadi lengkungan dan struktur furnitur yang kompleks. Warna alaminya berkisar dari cokelat muda hingga cokelat keemasan, memberikan kesan hangat dan natural pada ruangan.

Berbeda dengan anyaman yang merupakan teknik, rotan adalah bahan mentah. Rotan bisa digunakan dengan teknik anyaman, tetapi juga bisa diaplikasikan sebagai rangka atau elemen struktural furnitur.

Tips menggunakan furnitur rotan 

Rotan dikenal fleksibel untuk berbagai area rumah. Untuk ruang tamu, sofa atau kursi rotan dengan bantalan kain dapat menciptakan suasana santai namun tetap rapi. 

Di kamar tidur, detail rotan pada sandaran tempat tidur atau kursi sudut bisa memberi sentuhan alami tanpa mendominasi ruangan.

Baca juga: 3 Material Furnitur yang Tahan Lama dan Berkulitas, Jangan Salah Pilih

Rotan juga sering digunakan untuk furnitur luar ruangan karena daya tahannya yang baik. Selain itu, bobotnya yang ringan membuat rotan cocok untuk elemen dekoratif seperti lampu gantung atau rak dinding, yang memberikan aksen visual tanpa membuat ruang terasa penuh.

Dengan memahami bahwa rotan adalah material dan anyaman adalah teknik, pemilihan furnitur dan dekorasi rumah bisa menjadi lebih tepat, baik dari segi fungsi maupun estetika.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau