Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Alasan Tidak Boleh Meletakkan Furnitur Menempel ke Dinding

Kompas.com, 30 Januari 2026, 18:43 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebagian besar orang, baik sengaja maupun tidak, menempatkan furnitur utama, seperti sofa, kursi atau meja, di sudut ruangan hingga menempel ke dinding. 

Cara ini kerap dianggap dapat membuat ruangan terasa lebih luas. Sayangnya, dalam prinsip desain interior, menempelkan furnitur ke dinding justru dapat mengganggu visualisasi sekaligus fungsionalitas ruangan. 

Baca juga: 3 Material Furnitur yang Tahan Lama dan Berkulitas, Jangan Salah Pilih

Dikutip dari Good Housekeeping, Jumat (30/1/2026), berikut sejumlah alasan tidak boleh meletakkan furnitur menempel ke dinding di dalam ruangan.

Dapat membatasi percakapan

Ilustrasi ruang keluarga kecil.Unsplash/fromitaly Ilustrasi ruang keluarga kecil.
Meski ruangan terasa lebih luas dan lapang, meletakkan sofa ke dinding akan menciptakan suasana canggung saat percakapan di dalam ruangan.

Sebaliknya, memberi jarak antara dinding dan furnitur duduk dapat mendorong percakapan lebih baik serta menciptakan suasana intim, tapi tetap kondusif.

“Menciptakan ruang antara furnitur dan dinding mendorong aliran yang lebih baik dan tata ruang lebih fungsional," kata Steph Schlegelmilch, pendiri dan Direktur kreatif Studio Seva. 

"Selama ada ruang gerak cukup, hal itu memungkinkan ruangan untuk bernapas dan terasa lebih terbuka sekaligus menciptakan suasana intim dan kondusif untuk percakapan,” imbuh Schlegelmilch. 

Baca juga: 5 Cara Memperbarui Tampilan Rumah Tanpa Harus Membeli Furnitur Baru

Mempersulit gerak di sekitar ruangan

Selanjutnya, alasan tidak boleh meletakkan furnitur menempel ke dinding adalah mempersulit gerak di sekitar ruangan.

Tidak semua furnitur mendapatkan manfaat dan kemudahan jika diletakkan menempel ke dinding. Coba pertimbangkan meja makan di ruang makan.

Meski berfungsi baik di ruangan lebih kecil, akan jauh lebih baik untuk menyediakan ruangan di sekitar meja.

Victoria Armour, desainer dari Stil James, menyebut ruang makan yang digunakan setiap hari lebih baik di letakkan sedikit menjauh dari dinding agar anggota keluarga dapat bergerak nyaman di sekitar meja.

Mengganggu keseimbangan ruangan

Jika sebuah ruangan sudah cukup sempit untuk menempatkan furnitur, pada akhirnya kamu akan menempatkan sofa atau televisi menempel dengan dinding.

Hal ini sangat wajar, tapi dapat membuat ruangan sulit bernapas serta semakin sempit, sesak, dan mengganggu keseimbangan.

Padahal, kunci mengatasi masalah ini adalah menyeimbangkan furnitur di ruangan. Cobalah menggunakan furnitur yang ukurannya lebih kecil atau menggunakan elemen lain dan letakkan kursi aksen di tengah ruangan agar semuanya tidak menempel rapat ke dinding. 

Baca juga: 5 Tren Furnitur yang Mulai Ditinggalkan pada 2026 Menurut Ahli 

Menghadirkan jarak yang canggung

Ilustrasi ruang keluarga.Unsplash/tilemerchant Ilustrasi ruang keluarga.
Meski terdengar tidak mungkin, ada kalanya ruang yang terlalu luas justru tidak baik, terutama di ruang keluarga yang besar.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau