Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Noda Pakaian yang Tidak Boleh Dibersihkan dengan Air Panas

Kompas.com, 30 Januari 2026, 17:30 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mencuci pakaian dengan air panas dianggap paling efektif untuk menghilangkan noda, membunuh kuman, serta membuat kain lebih bersih. 

Meski dianggap efektif, air panas tidak selalu menjadi pilihan tepat untuk menghilangkan noda pakaian

Baca juga: Catat, Ini Waktu Terbaik Mencuci Pakaian untuk Hemat Tagihan Energi 

Namun, beberapa jenis noda tertentu, seperti noda berbasis protein dan noda makanan, air panas justru dapat lebih merusak daripada membersihkan.

"Air panas dapat menyebabkan beberapa noda mengeras, terutama noda berbasis protein, seperti telur, darah, keringat, rumput, dan noda makanan, sehingga lebih sulit dihilangkan. Panas juga dapat menyebabkan pewarna luntur dan menyebar," kata Jackie Ashley, salah satu pendiri Ashley & Co. Everyday Launder. 

Dilansir dari Marta Stewart, Jumat (30/1/2026), Ashley membagikan sejumlah noda pakaian yang tidak boleh dibersihkan dengan air panas dan sebaiknya dibersihkan dengan air dingin yang dicampur dengan detergen enzim ringan untuk mencegahnya menjadi noda permanen. 

Noda pewarna berbasis protein

Ilustrasi mencuci pakaian berwarna.Shutterstock/Pixel-Shot Ilustrasi mencuci pakaian berwarna.
Noda berbasis protein merupakan noda yang memiliki kandungan protein dari sumber yang menghasilkan noda, seperti darah, keringat, susu, telur, air susu ibu (ASI), dan sari daging.

Noda tersebut paling umum menempel pada pakaian dan harus selalu dibersihkan dengan air dingin.

"Membersihkan dengan air dingin terlebih dahulu adalah cara terbaik noda berbasis protein. Air panas dapat menyebarkan atau mematangkan noda protein sehingga lebih sulit dihilangkan," kata Ashley. 

Baca juga: Jumlah Detergen yang Tepat untuk Mencuci Pakaian, Jangan Asal

Noda berbasis rumput dan tumbuhan

Selanjutnya, noda yang tidak boleh dibersihkan dengan air panas adalah noda berbasis rumput dan tumbuhan, seperti lumpur dan tanah.

Noda tersebut mengandung senyawa organik yang mirip dengan noda protein saat terpapar panas sehingga paling baik dibersihkan dengan air dingin.

"Mulailah membilasnya menggunakan air dingin untuk mencegah noda tersebut menempel atau menyebar," kata Ashley. 

Untuk noda lumpur, sebaiknya biarkan mengering sepenuhnya sebelum menyikat atau mengikis kotoran berlebih sebelum membersihkan dan mencuci kain.

Noda tinta dan cat berbasis minyak 

Air panas dapat memperburuk noda tinta dan cat berbasis minyak. Letakkan kain yang terkena noda menghadap ke bawah dan bilas dengan air dingin dari belakang untuk mencegah pigmen menyebar.

Setelah itu, cuci secara terpisah untuk mencegah warna luntur ke pakaian lain. 

Baca juga: Jangan Mencuci Pakaian di Sore dan Malam Hari, Ini Alasannya

Noda anggur dan minuman yang mengandung tanin

Noda anggur merah dan minuman yang mengandung tanin, seperti teh, kopi, dan cokelat terkenal sulit dihilangkan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau