Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Kesalahan Mendesain Dapur yang Harus Dihindari agar Tidak Menyesal

Kompas.com, 30 Januari 2026, 14:39 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mendesain dapur memerlukan banyak pertimbangan, baik estetika maupun fungsional.

Pilihan desain yang salah dapat membuat dapur tidak hanya menarik, tapi juga tidak fungsional dan mengganggu kenyamanan. 

Baca juga: Spons Cuci Piring di Dapur Ternyata Bisa Jadi Sarang Penyakit 

Hal ini pada akhirnya membuat kamu harus mengeluarkan biaya lebih untuk menggantinya atau merenovasi dapur. 

Untuk menghindari penyesalan dan kerugian tersebut, dirangkum dari Homes and Gardens, Jumat (30/1/2026), berikut sejumlah kesalahan mendesain dapur yang harus dihindari dan cara mengatasinya.

Memilih kabinet yang kurang menarik 

Ilustrasi dapur putih.Unsplash/lusterpix Ilustrasi dapur putih.
Mengikuti desain yang sedang tren memang tidak ada salahnya, tapi saat mendesain dapur, penting memilih furnitur fungsional dan tahan lama, termasuk kabinet dapur.

Sesuatu yang sepenuhnya dipilih karena mengikuti tren pada akhirnya akan terasa ketinggalan zaman dalam satu atau dua tahun dan kabinet dapur bukan furnitur yang dapat diubah dengan mudah. 

Untuk itu, sebaiknya buat keputusan memilih lemari dapur dengan mempertimbangkan unsur ketahanan serta fungsionalitas. 

Baca juga: 5 Material Meja Dapur yang Terlihat Mahal dan Elegan

Memilih detail dekoratif terlalu terlambat

Selanjutnya, kesalahan mendesain dapur yang harus dihindari adalah memilih detail dekoratif terlalu terlambat. 

Meski merupakan ruangan fungsional, bukan berarti detail dekoratif dapur dipilih pada detik-detik terakhir.

Elemen dekoratif perlu dipertimbangkan sejak awal, terutama eleman yang sulit diubah, seperti ubin dan hardware kitchen.

Jamie Chappell, desainer interior dari Fireclay Tile, menyebut salah ubin merupakan elemen visual utama dari dapur karena jika diabaikan, dapat mengganggu desain secara keseluruhan atau menyebabkan penundaan pekerjaan 

“Lebih baik pilih desain ubin sejak awal bersamaan dengan kabinet dan meja dapur sehingga semuanya serasi sejak awal, anggaplah ubin sebagai detail pembatas antara kabinet dan meja dapur," kata Jamie. 

Pencahayaan dapur berlebihan

Ilustrasi lemari dapur, ilustrasi dapur.Unsplash/lotusdnp Ilustrasi lemari dapur, ilustrasi dapur.
Robert Bakes dari Bakes & Kropp menjelaskan sering kali ada godaan menambahkan pencahayaan di setiap kesempatan, padahal dapur yang bagus tidak bergantung pada kuantitas.

"Pertimbangkan menerapkan aturan pencahayaan dapur yang terdiri atas tiga bagian,” ujarnya. 

Pencahayaan harus ditata berlapis-lapis dengan penuh pertimbangan, seperti keseimbangan antara pencahayaan ambient untuk keseluruhan suasana yang hangat, pencahayaan fungsional di tempat kerja, dan pencahayaan aksen untuk menyoroti momen-momen arsitektur dapat  menciptakan dapur yang terasa hangat, fungsional, serta mengundang. 

Baca juga: 5 Permukaan Dapur yang Sebaiknya Tidak Dicat, Biarkan Apa Adanya Saja

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau