Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lakukan 5 Hal Ini agar Rumah Lebih Hemat Energi

Kompas.com, 24 Februari 2026, 22:41 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Menghemat energi tidak selalu berarti harus mengorbankan kenyamanan. Kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari justru bisa memberi dampak besar pada konsumsi listrik dan tagihan bulanan.

Menurut Wakil Presiden Eksekutif Nashville Electric Service (NES), Brent Baker, upaya penghematan listrik tidak harus mahal atau rumit. Dengan kebiasaan yang mudah dilakukan dan bersifat universal, siapa pun bisa mulai menekan penggunaan listrik di rumah.

Cara agar hemat energi di rumah 

Dilansir dari Martha Stewart, berikut ini 5 cara hemat energi yang dapat diterapkan sehari-hari.

Cegah udara keluar lewat celah

Menjaga udara sejuk tetap berada di dalam ruangan membuat sistem pendingin tidak perlu bekerja terlalu keras.

Baca juga: Ini Suhu Kulkas Paling Ideal agar Hemat Listrik dan Makanan Lebih Awet

“Tutup kebocoran udara di sekitar pintu, jendela, dan akses loteng menggunakan dempul atau karet penahan angin agar udara dingin tetap di dalam dan udara panas tetap di luar,” ujar Baker.

Semakin ringan kerja alat pendingin, semakin kecil pula konsumsi energi dan biaya listrik yang harus dibayar.

Gunakan tirai secara strategis

Menutup tirai di sisi rumah yang terkena sinar matahari langsung dapat membantu menurunkan suhu ruangan tanpa menyalakan AC atau kipas.

Sebaliknya, membuka tirai di sisi rumah yang teduh memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam rumah.

Dengan begitu, penggunaan lampu pada siang hari bisa dikurangi sehingga konsumsi listrik ikut ditekan.

Baca juga: 5 Peralatan Elektronik yang Sering Bikin Tagihan Listrik Tinggi

Manfaatkan kipas plafon

Menyalakan kipas plafon lebih hemat energi dibandingkan menurunkan suhu pendingin ruangan. Kipas membantu tubuh terasa lebih sejuk dengan konsumsi listrik yang lebih kecil.

Akan tetapi, Baker mengingatkan bahwa kipas tidak mendinginkan ruangan, melainkan orang yang berada di sekitarnya. Karena itu, kipas sebaiknya dimatikan ketika ruangan tidak digunakan.

Manfaatkan sinar matahari

Jika pemasangan panel surya belum memungkinkan, sinar matahari tetap bisa dimanfaatkan dengan cara sederhana.

Pada hari panas, pakaian bisa dicuci dengan air dingin lalu dijemur di luar rumah. Menjemur pakaian tidak membutuhkan listrik dan tidak memerlukan biaya tambahan.

Baca juga: Bolehkah Stopkontak Listrik Dicat?

Selain itu, lampu luar ruangan bertenaga surya dapat digunakan untuk penerangan pada malam hari.

Lampu ini akan menyala otomatis saat matahari terbenam dan menciptakan suasana yang nyaman.

Cabut peralatan yang tidak digunakan

Perangkat elektronik seperti charger, televisi, dan mesin kopi tetap dapat mengonsumsi listrik meskipun dalam kondisi mati. Konsumsi ini dikenal sebagai phantom power.

Untuk menghindarinya, perangkat yang tidak digunakan sebaiknya dicabut dari stopkontak atau dihubungkan ke power strip dengan tombol mati.

“Jika hendak bepergian, matikan pemanas air dan cabut perangkat elektronik yang tidak dipakai agar tidak ada energi yang terbuang sia-sia,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau