Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Bunga Pacar Air, Diprediksi Jadi Tren Tanaman Hias 2026

Kompas.com, 25 Februari 2026, 17:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Popularitas bunga pacar air sempat menurun dalam satu dekade terakhir, namun kini para ahli dari National Garden Bureau menyebut bunga ini siap kembali menjadi primadona taman.

Bunga pacar air diprediksi menjadi tren karena mudah ditanam, banyak variasinya (genetically diverse), dan sangat serbaguna untuk taman serta lanskap umum.

Alasan bunga pacar air kembali diminati

Dalam beberapa tahun terakhir, bunga yang juga dikenal dengan nama iriancis ini menghadapi masalah serius berupa serangan penyakit downy mildew (embun bulu), yang membuat banyak tanaman mati dan mengurangi minat para pekebun.

Namun, para pemulia tanaman telah mengembangkan varietas baru yang lebih tahan terhadap penyakit tersebut.

Baca juga: 6 Tanda Tanaman Hias Rusak karena Angin dan Cara Mengatasinya

Tidak hanya itu, kini juga tersedia jenis pacar air yang lebih toleran terhadap sinar matahari penuh.

Jika sebelumnya pacar air dikenal sebagai tanaman yang cocok untuk area teduh atau setengah teduh, varietas baru memungkinkan bunga ini tumbuh lebih fleksibel di berbagai kondisi cahaya.

Cara menanam bunga pacar air di halaman rumah 

Bunga pacar air termasuk tanaman serbaguna. Bunga ini dapat ditanam di pot, kotak jendela, taman depan rumah, atau dijadikan pembatas atau penghias tepi taman.

Kehadirannya efektif memberikan sentuhan warna di area yang tampak kosong atau kurang menarik.

Soal warna, bunga pacar air hadir dalam spektrum yang luas, seperti merah, merah muda, koral, dan oranye, atau ungu dan putih. Tersedia juga pilihan warna pastel maupun warna cerah mencolok.

Baca juga: 6 Tanaman Hias Terbaik untuk Pot Gantung

Dengan variasi tersebut, bunga pacar air mudah dipadukan dengan berbagai konsep dan tema taman.

Perawatan yang relatif mudah

Bunga pacar air membutuhkan tanah yang lembap dengan drainase yang baik agar dapat tumbuh optimal.

Pemilihan varietas juga penting, terutama menyesuaikan dengan kondisi cahaya di lokasi tanam, misalnya di area yang cerah atau lebih teduh.

Selain penyiraman rutin, bunga pacar air hanya memerlukan pupuk tambahan sekitar dua minggu sekali selama masa pertumbuhan.

Dengan perawatan sederhana tersebut, tanaman ini dapat berbunga lebat dan mempercantik taman dalam waktu lama.

Baca juga: 5 Cara Menata Tanaman Hias di Ruang Keluarga agar Tampak Menarik

Ramah di kantong

Keunggulan lain dari bunga pacar air adalah harganya yang relatif terjangkau. Sebagai tanaman semusim, tanaman ini menjadi pilihan ekonomis bagi siapa saja yang ingin menghadirkan warna dan kehidupan di taman tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Dengan varietas yang kini lebih tahan penyakit dan lebih adaptif terhadap sinar matahari, bunga pacar air dinilai siap kembali menjadi bunga favorit pada tahun 2026.

Bagi pemilik rumah yang ingin menyegarkan tampilan taman, bunga klasik ini bisa menjadi pilihan praktis sekaligus menarik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau