Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 28 Februari 2026, 21:35 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Banyak orang masih ragu memelihara tanaman hias di dalam rumah karena berbagai anggapan yang beredar.

Mulai dari takut rumah jadi kotor, khawatir muncul serangga, atau menganggap perawatannya terlalu rumit. Padahal, sebagian besar anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dengan sedikit pengetahuan dasar, merawat tanaman hias di dalam ruangan bisa menjadi kegiatan yang mudah dan menyenangkan.

5 Mitos tanaman hias indoor 

Dilansir dari Homes and Gardens, berikut ini 5 mitos tentang tanaman hias indoor yang sering dipercaya, beserta penjelasannya.

Baca juga: 7 Tanaman Hias yang Tidak Beracun untuk Anjing dan Kucing, Apa Saja?

Tanaman hias indoor mengundang serangga

Banyak orang memilih tanaman plastik karena mengira tanaman hidup akan mengundang serangga.

Serangga yang paling sering dikaitkan dengan tanaman hias adalah lalat kecil berwarna hitam.

Akan tetapi, kemunculan serangga ini sebenarnya bukan disebabkan oleh tanaman, melainkan kondisi media tanam yang terlalu lembap. Tanah yang terlalu basah menjadi lingkungan ideal bagi lalat ini berkembang.

Untuk mencegahnya, cukup biarkan tanah mengering terlebih dahulu sebelum disiram kembali.

Umumnya, dua sentimeter bagian atas tanah perlu dibiarkan kering sebelum disiram. Meletakkan tanaman di tempat yang cukup terang dan tidak terlalu rapat dengan tanaman lain juga membantu sirkulasi udara dan mempercepat pengeringan tanah.

Baca juga: 7 Kesalahan yang Sering Dialami Pemula Saat Merawat Tanaman Hias

Jika serangga sudah terlanjur muncul, masalah ini relatif mudah diatasi dengan memperbaiki pola penyiraman.

Anggrek mustahil dirawat

Anggrek dikenal sebagai tanaman berbunga yang cantik, tapi juga sering dicap “sulit dirawat”.

Padahal, dengan mengikuti beberapa aturan dasar, anggrek bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun.

Prinsip utama dalam merawat anggrek adalah tidak berlebihan, terutama dalam hal penyiraman.

Terlalu banyak air justru menjadi penyebab utama anggrek mati. Anggrek membutuhkan air lebih sedikit dibandingkan banyak tanaman hias lainnya.

Tanaman ini juga memberi tanda saat membutuhkan air. Akar udara yang berwarna keabu-abuan menandakan anggrek perlu disiram, sedangkan akar yang masih hijau berarti cadangan airnya masih cukup.

Baca juga: 6 Tanda Tanaman Hias Rusak karena Angin dan Cara Mengatasinya

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau