Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Ubi Jalar di Air untuk Menghasilkan Banyak Bibit

Kompas.com, 28 Februari 2026, 12:15 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Menanam ulang sayuran dari sisa bahan dapur kini semakin populer. Salah satu metode yang menarik untuk dicoba adalah menumbuhkan ubi jalar di dalam air agar menghasilkan banyak bibit baru.

Bibit ini merupakan tunas yang tumbuh dari ubi jalar matang dan digunakan sebagai bahan tanam.

Berbeda dengan kentang biasa yang ditanam dari umbi bibit, ubi jalar justru dibudidayakan dari bibit jenis ini.

Bibit ini bisa dibeli saat musim tanam, tapi juga dapat ditumbuhkan sendiri di rumah dengan cara sederhana, yakni merendam sebagian ubi jalar dalam air.

Prosesnya memang membutuhkan waktu dan kesabaran, tetapi hasilnya sepadan. Dari satu buah ubi jalar, kamu bisa mendapatkan belasan bibit baru yang siap ditanam di kebun atau dalam pot.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Kenikir agar Subur dan Berbunga Lebat

Menanam ubi jalar di air

Jika dilakukan dengan benar, metode ini bisa menjadi cara murah dan mudah untuk memperbanyak tanaman ubi jalar setiap tahun.

Secara umum, dibutuhkan waktu sekitar 10-12 minggu sejak ubi jalar diletakkan di air hingga bibit siap dipindahkan ke tanah. Dilansir dari Homes and Gardens, berikut adalah langkah-langkahnya:

Siapkan ubi jalar

Gunakan ubi jalar hasil panen sendiri atau ubi jalar organik dari pasar. Ubi non-organik berisiko mengandung bahan kimia penghambat tunas. Sebelum digunakan, bilas ubi jalar untuk membersihkan sisa tanah dan kotoran.

Kenali bagian ujung ubi

Ubi jalar memiliki dua ujung berbeda. Ujung yang runcing merupakan bagian bawah tempat akar tumbuh, sedangkan ujung yang lebih bulat adalah bagian atas tempat tunas muncul. Menentukan posisi ini penting agar proses tumbuh berjalan optimal.

Baca juga: Cara Menanam Bawang Putih dari Satu Siung agar Tumbuh Subur

Gantung ubi jalar di dalam air

Siapkan wadah bening seperti toples atau gelas plastik tanpa lubang di bagian bawah. Isi sebagian dengan air.

Tusukkan tiga atau empat tusuk gigi di bagian tengah ubi jalar, lalu letakkan di bibir wadah sehingga ujung bawah terendam air, sedangkan ujung atas tetap kering.

Simpan di tempat hangat dan terang

Letakkan wadah di tempat yang mendapat cahaya dan bersuhu hangat, sekitar 18-27 derajat Celsius. Ambang jendela yang terkena sinar matahari atau ruangan terang menjadi lokasi yang ideal.

Ganti air secara berkala

Air perlu diganti setiap tiga hari untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Pastikan bagian bawah ubi tetap terendam air. Tambahkan air jika volumenya berkurang.

Baca juga: Tips Menanam Jagung di Halaman Rumah agar Tumbuh dan Bisa Panen

Tunggu akar dan tunas tumbuh

Akar biasanya mulai muncul dalam beberapa hari. Setelah satu atau dua minggu, tunas hijau akan tumbuh dari bagian atas ubi. Dalam waktu sekitar 4-6 minggu, tunas akan memanjang dan siap dipisahkan.

Pisahkan dan tanam bibit

Jika panjang tunas sudah sekitar 10-15 cm, lepaskan dengan cara diputar perlahan atau dipotong menggunakan pisau tajam.

Masukkan tunas ke wadah lain berisi air hingga muncul akar sendiri. Setelah akar sepanjang sekitar 2,5-5 cm, bibit siap ditanam di tanah atau pot.

Tanam bibit sedalam kurang lebih 10 cm dengan jarak minimal 30 cm antar tanaman. Pilih lokasi yang mendapat sinar matahari cukup.

Ubi jalar juga bisa ditanam dalam pot besar atau wadah tanam dengan media tanah yang subur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau