Penulis
KOMPAS.com - Menanam ulang sayuran dari sisa bahan dapur kini semakin populer. Salah satu metode yang menarik untuk dicoba adalah menumbuhkan ubi jalar di dalam air agar menghasilkan banyak bibit baru.
Bibit ini merupakan tunas yang tumbuh dari ubi jalar matang dan digunakan sebagai bahan tanam.
Berbeda dengan kentang biasa yang ditanam dari umbi bibit, ubi jalar justru dibudidayakan dari bibit jenis ini.
Bibit ini bisa dibeli saat musim tanam, tapi juga dapat ditumbuhkan sendiri di rumah dengan cara sederhana, yakni merendam sebagian ubi jalar dalam air.
Prosesnya memang membutuhkan waktu dan kesabaran, tetapi hasilnya sepadan. Dari satu buah ubi jalar, kamu bisa mendapatkan belasan bibit baru yang siap ditanam di kebun atau dalam pot.
Baca juga: Cara Menanam Bunga Kenikir agar Subur dan Berbunga Lebat
Jika dilakukan dengan benar, metode ini bisa menjadi cara murah dan mudah untuk memperbanyak tanaman ubi jalar setiap tahun.
Secara umum, dibutuhkan waktu sekitar 10-12 minggu sejak ubi jalar diletakkan di air hingga bibit siap dipindahkan ke tanah. Dilansir dari Homes and Gardens, berikut adalah langkah-langkahnya:
Gunakan ubi jalar hasil panen sendiri atau ubi jalar organik dari pasar. Ubi non-organik berisiko mengandung bahan kimia penghambat tunas. Sebelum digunakan, bilas ubi jalar untuk membersihkan sisa tanah dan kotoran.
Ubi jalar memiliki dua ujung berbeda. Ujung yang runcing merupakan bagian bawah tempat akar tumbuh, sedangkan ujung yang lebih bulat adalah bagian atas tempat tunas muncul. Menentukan posisi ini penting agar proses tumbuh berjalan optimal.
Baca juga: Cara Menanam Bawang Putih dari Satu Siung agar Tumbuh Subur
Siapkan wadah bening seperti toples atau gelas plastik tanpa lubang di bagian bawah. Isi sebagian dengan air.
Tusukkan tiga atau empat tusuk gigi di bagian tengah ubi jalar, lalu letakkan di bibir wadah sehingga ujung bawah terendam air, sedangkan ujung atas tetap kering.
Letakkan wadah di tempat yang mendapat cahaya dan bersuhu hangat, sekitar 18-27 derajat Celsius. Ambang jendela yang terkena sinar matahari atau ruangan terang menjadi lokasi yang ideal.
Air perlu diganti setiap tiga hari untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Pastikan bagian bawah ubi tetap terendam air. Tambahkan air jika volumenya berkurang.
Baca juga: Tips Menanam Jagung di Halaman Rumah agar Tumbuh dan Bisa Panen
Akar biasanya mulai muncul dalam beberapa hari. Setelah satu atau dua minggu, tunas hijau akan tumbuh dari bagian atas ubi. Dalam waktu sekitar 4-6 minggu, tunas akan memanjang dan siap dipisahkan.
Jika panjang tunas sudah sekitar 10-15 cm, lepaskan dengan cara diputar perlahan atau dipotong menggunakan pisau tajam.
Masukkan tunas ke wadah lain berisi air hingga muncul akar sendiri. Setelah akar sepanjang sekitar 2,5-5 cm, bibit siap ditanam di tanah atau pot.
Tanam bibit sedalam kurang lebih 10 cm dengan jarak minimal 30 cm antar tanaman. Pilih lokasi yang mendapat sinar matahari cukup.
Ubi jalar juga bisa ditanam dalam pot besar atau wadah tanam dengan media tanah yang subur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang