Penulis
KOMPAS.com - Menanam jagung di halaman belakang rumah bukanlah hal yang rumit, asalkan lingkungan rumah memiliki cuaca hangat, sinar matahari melimpah, dan ruang yang cukup.
Jagung manis (Zea mays) dikenal sebagai tanaman yang tumbuh cepat dengan batang tinggi dan daun hijau cerah. Dalam kondisi ideal, satu tanaman jagung biasanya menghasilkan satu hingga dua tongkol yang manis dan segar.
Pilihan varietasnya pun beragam, mulai dari biji berwarna kuning, putih, dwikolor, hingga varietas dengan warna unik.
Ilustrasi jagung, tanaman jagung. Dirangkum dari The Spruce, berikut adalah beberapa tips menanam jagung di halaman rumah agar bisa panen:
Baca juga: Cara Menanam Jahe dari Rimpang yang Dibeli di Pasar
Pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari penuh sepanjang hari dengan tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase baik.
Jagung tumbuh optimal di tanah dengan pH sedikit asam hingga netral. Karena penyerbukannya mengandalkan angin, jagung sebaiknya ditanam dalam kelompok atau blok, bukan satu baris panjang, agar proses penyerbukan berjalan maksimal.
Perlu diperhatikan bahwa batang jagung yang tinggi dapat menaungi tanaman lain. Oleh karena itu, jagung sebaiknya ditanam di sisi kebun yang tidak menghalangi tanaman berukuran kecil.
Hindari area yang terlalu berangin karena batang jagung mudah roboh. Jika kebun cukup terbuka, timbun tanah di sekitar pangkal batang saat tanaman tumbuh untuk menambah kestabilan.
Baca juga: Cara Menanam dan Merawat Pohon Alpukat di Halaman Rumah
Jagung manis adalah tanaman cuaca hangat dengan masa panen sekitar 60 hingga 100 hari, tergantung varietas. Jagung tidak cocok dipindahkan, sehingga benih harus langsung ditanam di tanah.
Tanam benih sedalam sekitar 2,5 cm dengan jarak 15-30 cm antar benih. Susun dalam blok minimal empat baris dengan jarak antarbaris sekitar 75 cm untuk meningkatkan keberhasilan penyerbukan.
Untuk panen berkelanjutan, kamu bisa menanam benih setiap 12-14 hari atau memilih varietas dengan waktu panen berbeda.
Jagung manis membutuhkan minimal enam jam sinar matahari penuh setiap hari. Tanah harus dijaga tetap lembap namun tidak becek.
Baca juga: Cara Menanam dan Merawat Tanaman Terong agar Terus Berbuah
Jika curah hujan kurang, penyiraman tambahan sangat diperlukan. Pemberian mulsa di sekitar tanaman membantu menjaga kelembapan tanah.
Dari sisi nutrisi, jagung termasuk tanaman “rakus” unsur hara. Tanah yang sudah diperkaya kompos tetap memerlukan pupuk tambahan.