Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbedaan Setrika dan Steamer, Mana Terbaik untuk Menyetrika Pakaian?

Kompas.com, 27 Februari 2026, 19:47 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Baik setrika maupun steamer (alat uap) pakaian, sama-sama membantu merapikan dan menghilangkan kerut pada kain.

Meski fungsinya sama, keduanya dapat memberikan hasil berbeda, tergantung pada setiap jenis kain. 

Baca juga: Cara Membersihkan Setrika agar Tidak Meninggalkan Bekas di Pakaian

Beberapa jenis kain lembut, seperti beludru atau velvet, lebih aman dirapikan menggunakan steamer karena bahannya yang sensitif terhadap panas.

Sementara itu, bahan katun lebih cocok menggunakan setrika karena kuat dan tahan lama.

Karena itu, penggunaan setrika dan steamer perlu digunakan dengan hati-hati agar tidak merusak kain.

Memahami penggunaannya tidak hanya membantu perawatan pakaian, tapi juga pekerjaan menyetrika lebih mudah.

Perbedaan setrika dan steamer 

Ilustrasi setrika uap.SHUTTERSTOCK/LEON RAFAEL Ilustrasi setrika uap.
Menurut Frej Lewenhaupt, salah satu pendiri dan Kepala Bagian Produk di Steamery--merek perawatan pakaian premium asal Stockholm, Swedia--mengungkapkan perbedaan menyetrika maupun steamer terletak pada cara kerjanya.

Menyetrika

Lewenhaupt menjelaskan menyetrika mengandalkan kontak langsung dengan pelat logam panas yang ditekan ke kain, secara fisik meratakan serat dan menghilangkan kerutan melalui tekanan dan panas.

"Cara ini akan menghasilkan pakaian yang rapi dan cocok untuk pakaian formal,” ucap Lewenhaupt dikutip dari Martha Stewart, Jumat (27/2/2026). 

Alicia Sokolowski, Presiden dan co-CEO di AspenClean, mengungkapkan menyetrika idealnya  menciptakan lipatan yang rapi, meratakan kerutan tebal, dan membentuk pakaian yang terstruktur, seperti kemeja, katun, linen, atau denim. 

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Kerutan pada Pakaian Tanpa Setrika

Steamer

Steamer memanfaatkan uap panas untuk mengendurkan serat yang memungkinkan serat mengembang dan membentuk kembali pakaian ke bentuk alaminya tanpa kontak langsung atau tekanan. 

Cara ini menjadikannya pilihan lebih lembut dan aman untuk kain halus, seperti sutra, wol, dan sifon, serta pakaian dengan lipatan atau hiasan tambahan, misalnya manik-manik. 

“Menguap sering kali menjadi proses lebih cepat dan mudah karena tidak memerlukan permukaan datar atau ruang seluas setrika,” ujar Lewenhaupt.

Jenis kain yang cocok disetrika dan diuap 

Ilustrasi steamer.Shutterstock/Estrada Anton Ilustrasi steamer.
Dalam memutuskan alat mana yang lebih efektif merapikan pakaian, mulailah  mempertimbangkan bahannya terlebih dahulu karena ini dapat membuat perbedaan besar.

  • Katun

Menghilangkan kusut dan kerut pada bahan katun paling efektif menggunakan metode menyetrika. 

Katun adalah kain kuat dan merespons baik terhadap panas tinggi serta mampu mempertahankan lipatan rapi.

"Menguap bahan katun hanya akan menghilangkan kerutan kecil, tetapi menyetrika justru memberikan hasil akhir yang lebih rapi dan tahan lama,” kata Sokolowski.

Untuk menyetrika pakaian bahan katun yang aman ikuti petunjuk berikut ini: 

Baca juga: 8 Kesalahan Menggunakan Steamer Saat Menyetrika Pakaian 

1. Atur setrika ke pengaturan katun atau panas tinggi dan basahi kain sedikit dengan pelembut.

2. Bentangkan pakaian tersebut di atas papan setrika.

3. Setrika dengan gerakan lurus dan tekanan merata serta kuat.

4. Fokuskan perhatian pada kerah, manset, dan jahitan terakhir.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau