Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahaya, Ini 4 Penyebab Setrika Uap Mengeluarkan Air

Kompas.com, 16 September 2024, 19:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

JAKARTA, KOMPAS.com - Setrika uap menjadi pilihan yang kini semakin banyak digunakan di rumah-rumah. 

Setrika uap ternyata efektif menghilangkan kusut serta kerutan dari pakaian dengan menghasilkan uap air di bawah tekanan tinggi. 

Baca juga: 5 Cara Membersihkan Setrika yang Gosong dengan Bahan Sederhana

Seiring penggunaan, setrika uap dapat mengeluarkan air. Terlepas dari apakah setrika uap berkabel atau tanpa kabel (nirkabel), ini menandakan adanya masalah, bahkan dapat berisiko buruk pada kebakaran jika terus dibiarkan. 

Dikutip dari Ideal Home, Senin (16/9/2024), Thea Whyte, pakar peralatan kecil di AO.com, membagikan sejumlah penyebab setrika uap mengeluarkan air.

Tangki air terlalu penuh

Ilustrasi setrika uap.PIXABAY/PEZIBEAR Ilustrasi setrika uap.
Salah satu alasan paling umum setrika uap bocor adalah karena tangki air yang terlalu penuh.

“Hal ini mudah dilakukan, tapi jika tangki air setrika uap diisi melebihi kapasitas maksimumnya, air yang berlebih dapat bocor. Cobalah mengisi tangki air hanya sampai level yang direkomendasikan pada penggunaan ke depan," saran Thea. 

Baca juga: 4 Cara Membersihkan Tapak Setrika dengan Bahan Alami

Pengaturan suhu

Thomas Bird, ahli material di Fabric Online, mengatakan penyebab setrika uap mengeluarkan air karena tidak mencapai suhu yang dibutuhkan sehingga air tidak dapat berubah menjadi uap. 

Akibat pengaturan suhu yang tidak tepat, air yang dimasukkan ke tangki bisa bocor, bukan berubah menjadi uap.

Untuk menghindari hal ini, penting memastikan setrika telah dipanaskan sepenuhnya sebelum mencoba menggunakan fungsi uap.

Sebagai tambahan, Thea menganjurkan menggunakan pengaturan suhu yang sesuai untuk kain yang disetrika. Jadi, rajin-rajin memeriksa label pakaian untuk menghindari kesalahan dalam menyetrika pakaian

Baca juga: Setrika Vs Steamer, Mana yang Terbaik untuk Menyetrika Pakaian?  

Penyumbatan

Selanjutnya, penyebab setrika uap mengeluarkan air adalah mengalami penyumbatan. Ada kemungkinan endapan mineral dari air sadah menumpuk di dalam setrika ucap.

“Hal ini mempengaruhi produksi uap setrika dan penyumbatan ini menyebabkan kebocoran,” imbuh Thea.

Inilah sebabnya mengapa perawatan rutin dan membersihkan setrika uap secara teratur sangat penting untuk mencegah mengalami masalah ini pada masa depan.

Penyimpanan yang salah 

Penyimpanan yang salah juga dapat menjadi penyebab setrika uap mengeluarkan air.

“Ingatlah selalu menyimpan setrika uap dalam posisi tegak karena jika menaruhnya dalam posisi mendatar, hal ini dapat menyebabkan airnya bocor,” Thomas mengingatkan. 

Baca juga: Cara Membersihkan Setrika yang Hangus, Bisa Pakai Jeruk Nipis

Segel yang rusak

Secara alami, dengan seringnya penggunaan, setrika uap juga dapat mengalami keausan normal, yang juga bisa menjadi alasan mengalami kebocoran air.

Seiring berjalannya waktu, segel atau gasket di dalam setrika uap dapat aus atau rusak. Hal ini dapat menyebabkan kebocoran, jadi luangkan waktu memeriksa setrika dan temukan tanda-tanda keausan atau kerusakan. 

Masalah ini bisa jadi adalah kerusakan pada komponen internal setrika. “Jika tidak ada solusi di atas yang berhasil, itu mungkin pertanda adanya masalah internal yang lebih serius. Anda mungkin lebih baik berinvestasi pada setrika baru,” saran Thea.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau