Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Mencuci Pakaian dengan Sabun Cuci Piring, Ini Dampaknya

Kompas.com, 16 September 2024, 18:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika mencuci pakaian, terkadang kita kehabisan detergen. Tentu saja, menyadari kehabisan detergen ketika mencuci pakaian bisa menjadi momen yang sangat menyebalkan. 

Ini bisa menghambat proses mencuci pakaian, yang tak jarang enggan melanjutkan pekerjaan. 

Baca juga: Catat, Ini Suhu Air Terbaik untuk Mencuci Pakaian

Sebagai alternatif cepat dan sementara, tak jarang memilih menggunakan sabun lain. Namun, meski beberapa barang rumah tangga dapat berfungsi sebagai detergen dalam keadaan darurat, ada satu pembersih yang tidak boleh dimasukkan ke mesin cuci, yakni sabun cuci piring.

Jade Piper, Manajer Operasional Perusahaan Pembersih BetterCleans yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat, mengatakan gelembung-gelembung sabun pencuci piring tampak membuat pekerjaan membersihkan lebih mudah, tapi bisa meluap dari mesin cuci dan menyebabkan kekacauan besar. 

"Menambahkan sabun cuci piring (ke mesin cuci) bukanlah ide bagus,” kata Jade. 

Sabun cuci piring tidak boleh digunakan di mesin cuci, kain halus, atau pakaian mereka yang memiliki kulit sensitif.

Hal ini karena sabun cuci piring diformulasikan untuk menghilangkan makanan dan minyak yang menempel dari panci serta wajan sehingga bisa jadi terlalu keras untuk pakaian. 

Baca juga: Haruskah Mencuci Pakaian Dalam Baru Sebelum Memakainya? Ini Bahayanya

Alasan tidak boleh menggunakan sabun cuci piring untuk mencuci pakaian

ilustrasi mencuci pakaian sutra menggunakan tanganShutterstock/mariakray ilustrasi mencuci pakaian sutra menggunakan tangan
Terlepas dari apa yang mungkin pernah Anda lihat di TikTok, sabun cuci piring harus disimpan jauh dari mesin cuci. Penggunaan sabun cuci piring dapat merusak mesin dan pakaian. 

Dilansir dari The Spruce, Senin (16/9/2024), berikut sejumlah alasan tidak boleh menggunakan sabun cuci piring untuk mencuci pakaian.

  • Sabun cuci piring dapat merusak mesin cuci

Mesin cuci dirancang untuk detergen dengan kadar lumpur rendah, sedangkan sabun cuci piring jauh dari kadar lumpur rendah.

Sabun cuci piring dapat menciptakan terlalu banyak gelembung yang tidak dapat ditangani mesin cuci. Sabun cuci piring akan meninggalkan buih sabun yang melapisi drum pencuci dan bagian lainnya, mengurangi daya pembersihnya dan menyebabkan bau seiring berjalannya waktu.

Sabun cuci piring juga dapat membuat air sabun berlebihan, menyebabkan air sabun bocor keluar dari mesin cuci jika tidak dapat mengalir dengan cukup cepat. 

Baca juga: 6 Pakaian Ini Harus Dicuci dengan Air Dingin agar Tahan Lama

  • Sabun cuci piring dapat merusak pakaian 

Selanjutnya, alasan tidak boleh menggunakan sabun cuci piring untuk mencuci pakaian adalah dapat merusak pakaian.

Sabun cuci piring diformulasikan untuk membersihkan noda makanan membandel pada panci dan wajan yang permukaannya keras, bukan noda keringat pada gaun sutra.

“Dari pengalaman kami, mencuci pakaian dengan sabun cuci piring dapat merusak kain halus, seperti sutra, karena tidak mengandung bahan-bahan yang melindungi pakaian,” jelas Ocean Van, pemilik Coco Laundry di Long Beach, CA.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau