Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab Setrika Lengket pada Pakaian dan Cara Mengatasinya

Kompas.com, 27 November 2024, 21:15 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Salah satu masalah umum pada setrika adalah pelat yang lengket pada pakaian. Masalah ini sering kali membuat frustrasi, terutama ketika kain menjadi rusak atau ada noda yang tertinggal.

Sebenarnya, setrika lengket masih bisa diperbaiki dengan cara-cara sederhana. Namun, sebelum itu, penting untuk mengetahui penyebab setrika yang lengket.

Mengutip Ironing Room, Rabu (27/11/2024), berikut adalah beberapa penyebab setrika lengket pada pakaian.

Baca juga: 4 Cara Merapikan Pakaian Tanpa Setrika

Suhu terlalu tinggi

Ilustrasi setrika.SHUTTERSTOCK/NEW AFRICA Ilustrasi setrika.

Salah satu penyebab umum setrika lengket adalah pengaturan suhu yang terlalu tinggi. Kesalahan ini sering terjadi, terutama bagi pemula yang mengira suhu tinggi dapat mempercepat proses menyetrika.

Padahal, setiap jenis kain memiliki kebutuhan suhu yang berbeda. Misalnya, kain halus seperti sutra atau poliester membutuhkan suhu rendah, sedangkan katun dan linen memerlukan suhu yang lebih tinggi.

Jika suhu tidak sesuai dengan jenis kain, setrika tidak hanya lengket, tetapi juga dapat menyebabkan kain meleleh dan menempel pada tapak setrika. Dengan demikian, sebaiknya, mulailah dengan pengaturan suhu rendah dan tingkatkan sesuai kebutuhan kain.

Baca juga: Antigosong, Ini Suhu Setrika Berdasarkan Jenis Pakaian

Penumpukan residu

Penggunaan produk seperti kanji atau bekas serat sintetis pada kain dapat meninggalkan residu pada tapak setrika.

Selain itu, kain dengan jejak karet atau bahan campuran lainnya juga berpotensi menempel pada pelat setrika. Jika tidak segera dibersihkan, residu ini akan menumpuk dan menyebabkan setrika terasa lengket.

Goresan pada pelat setrika

Ilustrasi setrika.Shutterstock/Didecs Ilustrasi setrika.

Terakhir, penyebab setrika lengket adalah adanya goresan pada pelat setrika. Goresan kecil pada pelat setrika, misalnya akibat menyetrika langsung di atas ritsleting atau kancing logam, dapat merusak permukaan setrika.

Baca juga: Bahaya, Ini 4 Penyebab Setrika Uap Mengeluarkan Air

Beberapa setrika modern dilengkapi dengan lapisan antilengket, tetapi jika lapisan ini rusak, performa setrika bisa menurun.

Jika goresan tersebut dibiarkan dan bahkan menjadi lebih parah, setrika menjadi lengket pada pakaian dan berisiko merusak kain.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk mencegah setrika lengket, pastikan kamu selalu menyesuaikan suhu dengan jenis kain, menggunakan alas setrika yang bersih, dan hindari menyetrika langsung pada ritsleting, kancing, atau bahan sintetis tanpa perlindungan tambahan.

Dengan perawatan yang tepat, setrika dapat berfungsi lebih lama dan memberikan hasil maksimal tanpa merusak pakaian.

Baca juga: 5 Cara Membersihkan Setrika yang Gosong dengan Bahan Sederhana

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau