Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 24 Juni 2021, 21:10 WIB
Lolita Valda Claudia,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Desain interior ala Japanesse atau Jepang dan Skandinavia atau dikenal Japandi sedang tren di dunia hunian atau rumah. 

Meski Jepang dan Skandinavia memiliki budaya yang sangat berbeda, tapi keduanya memiliki prinsip desain inti yang sama, yakni apresiasi terhadap fungsionalitas, kesederhanaan, serta apresiasi mendalam terhadap alam dan karya seni.

Baca juga: Cara Mendekorasi Ruang Tamu dengan Gaya Interior Japandi

Perpaduan antara aspek dan konsep Nordik Hygge (perasaan hangat dan sejahtera di rumah) dibalut dengan indah bersamaan dengan konsep konsep Buddhis kuno wabi-sabi (penerimaan ketidaksempurnaan).

Ketika memasuki hunian bergaya Japandi, kamu akan disambut dengan suasana menenangkan, minimalis, netral, dengan pencahayaan yang hangat serta ruangan yang lapang.

Baca juga: 7 Cara Menerapkan Desain Japandi di Rumah

Tentunya, untuk menciptakan desan rumah Japandi, ada tips dan trik khusus yang bisa diterapkan pada desain interior hingga dekorasi ruangan.

Melansir dari Poshpennies, Kamis (24/06/2021), berikut ini tips menghadirkan desain rumah Japandi

Baca juga: Dekorasi Minimalis Japandi Bakal Jadi Tren di 2021?

Perhatikan keseluruhan detail

Inti dari gaya interior Japandi ialah kesederhanaan dan minimalis. Kebanyakan interior maupun dekorasi pada hunian Japandi dibuat tanpa hiasan berlebihan.

Selain itu, Japandi juga memegang konsep danshari, yakni membersihkan diri dari barang-barang yang menciptakan perasaan negatif atau yang membebani.

Baca juga: 4 Manfaat Menggunakan Material Tiruan dalam Desain Rumah

Diharapkan hanya menyimpan barang-barang yang benar-benar disukai, bermakna, dan bermanfaat.

Meski mengedepankan kesederhanaan dan minimalis, bukan berarti kamu harus tinggal di rumah yang kosong tanpa perabotan.

Hanya saja, untuk menciptakan desain rumah Japandi, kamu harus memilih dan mengurangi pilihan warna, desain, dekor, dengan cermat.

Baca juga: Ini Perbedaan Desain Rumah Skandinavia dan Minimalis Menurut Ahli

Pilih warna putih untuk menciptakan kehangatan

Baik interior Skandinavia maupun Jepang sering menggunakan warna cat putih sebagai warna dasar untuk menciptakan kehangatan.

Menurut orang Skandinavia, cara ini dapat digunakan untuk memaksimalkan cahaya alami pada interior rumah dengan memantulkan sinar matahari dari warna dinding putih.

Baca juga: 6 Warna Khas Desain Rumah Bergaya Skandinavia, Apa Saja?

Selain itu, warna dinding putih di interior Jepang akan menyatu dengan lembut ketika disandingkan dengan interior kayu.

Jika menurutmu warna putih terlalu pucat dan membosankan, kamu bisa menambahkan banyak warna kontras dan variasi pada furnitur dan aksesoris.

Baca juga: Kaleidoskop 2020: Desain Rumah Skandinavia hingga Garden House

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau