Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab Bulu Leher Kucing Botak dan Cara Mengatasinya

Kompas.com, 4 Juli 2021, 12:07 WIB
Lolita Valda Claudia,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber POP SUGAR

JAKARTA, KOMPAS.com- Apakah kucingmu tidak memiliki bulu alias botak pada bagian leher? Jika iya, tentunya ini menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan karena terkait dengan kondisi kesehatan si kucing.

Namun, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Sebab, dalam beberapa kasus, bulu kucing akan tumbuh dengan sendirinya jika dirawat dengan tepat.

Baca juga: 6 Penyebab Bulu Kucing Rontok yang Perlu Diwaspadai 

Lantas, apa penyebab bulu leher kucing botak atau tidak tumbuh bulu?

Melansir dari Pop Sugar, pada Minggu (04/07/2021), berikut penjelasan mengenai kebotakan pada leher kucing.

Mengapa bagian leher kucing botak atau pitak?

Maureen Kanana Murithi, DVM, juru bicara dokter hewan untuk Hepper, mengatakan salah satu penyebab bagian leher kucing botak atau pitak adalah kalung leher kucing yang terlalu ketat atau sempit.

"Setiap kali kucing berbalik, kalungnya bergesekan dengan kulit, menyebabkan gesekan dan meregangkannya." ujar Murithi.

Baca juga: Bulu Kucing Rontok? Ini Penyebabnya

Gesekan-gesekan tersebut dapat menyebabkan bulu kucing rontok dan terjadi kebotakan. Dalam kasus yang lebih parah atau berlangsung lama, hal ini dapat merusak kemampuan folikel dalam menumbuhkan bulu.

Selain itu, penyebab bulu tidak tumbuh di bagian leher ialah karena alergi atau peradangan. Hal ini ditandai dengan iritasi atau lesi yang terlihat jelas.

Baca juga: Bahaya Mewarnai Bulu Kucing Menurut Dokter Hewan

"Rambut rontok yang dimulai di bawah kerah, tapi kemudian menyebar harus selalu dievaluasi oleh dokter hewan" ujar Jennifer Coates, DVM, seorang penulis, editor, dan konsultan veteriner yang berbasis di Colorado.

Apakah kerontokan bulu di bagian leher ini berbahaya?

Coates menjelaskan, selama kulit terlihat normal, area botak tidak menyebar, dan kucing tidak merasa gatal atau kesakitan, artinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun, dalam beberapa kasus lainnya, trauma kulit yang berkepanjangan dapat menyebabkan kista folikel, yang mungkin perlu diangkat melalui pembedahan.

Baca juga: 4 Alasan Mengapa Bulu Kucing Berubah Warna

Bagaimana cara mencegah atau mengobati kebotakan di bagian leher kucing?

kebotakan pada bagian leher dapat dicegah dengan memastikan kalung terpasang dengan baik. Artinya, kalung kucing harus memiliki ruang cukup antara kerah dan leher kucing setidaknya satu ruas jari sehingga tidak terlalu ketat.

Baca juga: Simak, 13 Penyebab Bulu Kucing Rontok

Selain itu, Coates juga menyarankan untuk menggunakan kalung jenis lainnya. Misalnya, tali yang dipasang di bagian badan sehingga tidak mengganggu pertumbuhan bulu di bagian leher.

Tak hanya itu, sebaiknya, jika kucing sudah mengalami kebotakan, disarankan untuk melepas kalung hingga bulu kucing tumbuh kembali. Biasanya, bulu akan tumbuh dalam waktu singkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau