Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 6 Juli 2021, 17:40 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat suhu udara sedang panas, tak hanya manusia dan hewan yang mengalami kepanasan dan kehausan, tetapi juga tanaman. Tanaman akan kehilangan air dengan cepat ketika suhu sedang panas. 

Dilansir dari Home Guides Sfgate, Selasa (6/7/2021), jika Anda menanam tanaman yang toleran kekeringan pun harus diperhatikan saat musim panas berlangsung. 

Baca juga: Cara Menanam Sayuran dan Tanaman Herbal di Lahan Terbatas

Sebab, penyiraman yang salah, apalagi saat suhu panas akan menyebabkan kematian pada tanaman. Karena itu, berikut cara menyiram tanaman saat cuaca panas. 

Mengairi lebih dalam 

Untuk mencegah tanaman kehausan atau kekeringan, mengairi tanaman dengan dalam-dalam adalah cara terbaik. Siram dan pastikan akarnya memiliki banyak air sebelum suhu panas tiba.

Menurut Layanan Ekstensi University of Iowa, Amerika Serikat, meski penyiraman pagi hari merupakan cara terbaik, Anda dapat menyiram tanaman pada malam hari sebelum perkiraan panas jika tidak dapat menyirami pada pagi hari saat cuaca panas tiba. 

Baca juga: Perhatikan, Ini Penyebab Tanah Tanaman Hias Berjamur

Ukur kelembapan 

Tanaman membutuhkan kelembapan untuk tetap tumbuh subur. Untuk itu, periksa tanaman secara mendalam dengan mengukur kedalaman tanah yang lembap setelah disiram. Tanah lembap harus mencapai kedalaman sekitar satu inci. 

Berikan air lebih sering 

Berikan air ke tanaman di dekat halaman lebih sering daripada menyirami tanaman lain. Tanaman di dekat halaman menjadi terbiasa dengan irigasi yang diterima halaman rumput dan mungkin memiliki akar yang lebih dangkal daripada tanaman yang lebih jauh dari halaman rumah

Baca juga: Cara Merawat Tanaman Rosemary, Bisa Diletakkan di Dalam dan Luar Rumah

Siram pada pagi hari

Siram tanaman pada pagi hari agar lebih banyak air yang masuk ke tanah daripada menguap di udara panas.

Penyiraman pagi hari juga memungkinkan daun, batang, dan bunga mengering dengan cepat sehingga membuatnya kurang rentan terhadap pertumbuhan jamur. 

Baca juga: Cara Penyemprotan Pupuk Daun yang Benar pada Tanaman Hias

Periksa daun 

Periksa daun tanaman selama cuaca sangat panas. Daun yang layu pada siang hari biasanya akan tampak baik-baik saja keesokan paginya setelah menerima cukup air.

Namun, jika daunnya masih terkulai keesokan paginya, artinya tanaman kelebihan air atau membutuhkan air. 

Baca juga: Tanaman Hias Harus Rutin Dipangkas, Kenapa?

Periksa tanah 

Cara menyiram tanaman saat cuaca panas berikutnya adalah memeriksa tanahnya. Rasakan tanah di sekitar tanaman.

Jika tanah masih lembap, Anda terlalu banyak menyiram dan harus membiarkan tanaman pulih dan mengering. Namun, jika tanahnya kering, sirami kembali tanaman meski baru menyiramnya sehari sebelumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau