Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 6 Agustus 2021, 16:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjual rumah adalah salah satu keputusan besar yang diambil orang dalam hidup.

Tentu saja, keputusan ini tak mudah dan tak jarang membuat penghuni rumah merasa berat hati juga sedih, terlebih bila rumah telah lama dihuni.

Pastinya ada banyak kenangan yang tersimpan di dalamnya, baik bahagia maupun sedih. Untuk itu, menjual rumah perlu dipikirkan secara matang dan bijak serta memerlukan banyak pertimbangan agar tak menyesal kemudian hari. 

Baca juga: 5 Kesalahan yang Harus Dihindari Sebelum Menjual Rumah agar Cepat Laku

Apalagi, mengingat rumah merupakan benda atau investasi mahal yang harganya terus meningkat seiring waktu. Belum tentu bisa memiliki rumah kembali setelah menjualnya.

Ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi orang melego rumah mereka, dari masalah pribadi, keuangan, hingga lingkungan.

Untuk lebih jelasnya, melansir dari laman The Balance, Jumat (6/8/2021), berikut ini tujuh alasan orang menjual rumah

Baca juga: Menjual Rumah di Tengah Pandemi dan Resesi, Menguntungkan?

Ukuran rumah yang tidak lagi sesuai

Seiring berjalannya waktu, kita mengalami pertumbuhan yang membuat sejumlah kebutuhan berubah, termasuk soal kebutuhan rumah yang lebih besar.

Saat anak-anak tumbuh besar, banyak pemilik rumah membutuhkan tempat tinggal yang lebih besar. Selain itu, bertambahnya jumlah anggota keluarga juga menjadi alasan orang menjual rumah mereka.

Pemilik rumah semakin mencari rumah multi-generasi untuk mengakomodasi orang tua yang menua, anak-anak yang tumbuh besar, serta orang dewasa yang pindah kembali ke rumah. 

Baca juga: 6 Cara Membuat Rumah Kedap Suara yang Hemat Biaya

Rumah tidak lagi memenuhi kebutuhan

Banyak pemilik rumah yang menjual tempat tinggal mereka lantaran tidak lagi mengakomodasi kebutuhan mereka seperti rumah yang tidak memiliki halaman depan sehingga kebisingan dari jalan begitu terdengar hingga ke dalam rumah.

Tak hanya itu, kolam ikan atau renang yang sudah tidak lagi terawat atau digunakan. Hal ini lama-kelamaan membuat pemilik rumah menjadi sangat tak nyaman. 

Apa pun alasannya, pemilik rumah merasa melakukan kesalahan saat membeli tempat tinggal mereka sekarang ini dan ingin segera keluar. 

Baca juga: 6 Cara Menghemat Energi Saat Menggunakan AC di Rumah

Lingkungan telah berubah

Lingkungan di sekitar tempat tinggal mungkin telah berubah dari sebelumnya. Mungkin keseluruhan area telah berkembang dengan cara yang tidak sesuai dengan keinginan Anda.

Misalnya, lingkungan tumbuh terlalu komersial, terlalu sibuk, terlalu ramai, tidak sehat, atau terlalu sepi. 

Baca juga: 5 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Membeli Lantai Rumah

Alasan keuangan

Masalah keuangan adalah motivasi umum lainnya orang menjual rumah atau pindah. Nilai jual rumah yang terus bertambah dari waktu ke waktu dimanfaatkan orang untuk menjualnya demi menopang atau memperbaiki konsi keuangan yang sedang memburuk.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau