Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 17 September 2021, 08:20 WIB
Dian Reinis Kumampung

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com--Bulu kucing hadir dalam berbagai motif, bentuk dan juga kelembutannya. Hal inilah yang akan membuat kita jatuh cinta dan gemas terhadap Si Meong.

Namun, tahukah kamu bahwa pola bulu kucing bergantung pada kode genetiknya?

Apapun jenis, pola dan warna bulu kucingmu, DNA-nyalah yang menentukan apakah ia memiliki garis-garis atau pola runcing Siam.

Setiap jenis pola bulu kucing telah dianalisis dan dikategorikan, beriku adalah fakta menarik tentang jenis bulu kucing seperti dilansir dari Cole and Marmalade, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: 4 Faktor yang Membuat Bulu Kucing Berubah Warna

1. Bulu kucing ada hubungannya dengan suhu tubuh

Gen yang terkait dengan pola titik-terbatas (dikenali dengan warna tubuh yang lebih terang dengan warna yang lebih gelap di wajah, telinga, dan kaki) sensitif terhadap suhu.

Warnanya hanya muncul di bagian tubuh yang lebih dingin. Kucing siam adalah contoh yang bagus dari pola bulu kucing ini. Mereka biasanya memiliki bulu berwarna krem di sebagian besar tubuh mereka dan bulu coklat gelap menandai perbedaan suhu tubuh di sana.

Ada juga flame point, lilac point, lynx point, chocolate point, dan beberapa macam pola point coat lainnya. Pola bulu ini tidak terbatas pada setiap jenis kucing, dan mereka cukup mudah dikenali.

2. Kromosom pada bulu kucing bisa menentukan jenis kelamin

Kebanyakan pecinta kucing tahu kucing belacu dan kucing tortie hampir selalu betina, dan kebanyakan kucing oranye adalah kucing jantan.

Ini ada hubungannya dengan kromosom yang membawa gen warna tertentu. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa kucing dan hamster adalah satu-satunya mamalia yang menghubungkan warna bulu dengan jenis kelamin.

Baca juga: Tips Mencari Kucing Peliharaan yang Tepat untuk Keluarga

Kita tidak dapat mengetahui jenis kelamin anjing hanya dengan melihat warna bulunya, bukan? Itu karena sebagian besar mamalia memiliki gen untuk warna dan pola rambut pada kromosom lain selain kromosom seks.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau