Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 17 September 2021, 14:40 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Apakah dinding rumahmu tiba-tiba menghitam dan terasa lembap? Bisa jadi itu dikarenakan oleh jamur.

Selain merusak dinding, jamur juga dapat mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur rumahmu.

Bahkan, jika didiamkan, jamur juga bisa mengakibatkan masalah kesehatan serius. Misalnya, permasalahan pada pernapasan, masalah pada kulit, hingga menyebabkan sakit kepala.

Melansir dari Homeselfe pada Jumat (17/9/2021) berikut ini penyebab dan cara mengatasi tembok berjamur hitam.

Baca juga: Simak, Ini Cara Mencegah Jamur dan Bakteri pada Mesin Cuci

Kelembaban

Kelembaban adalah penyebab utama jamur di dinding. Jika kamu tinggal di daerah yang lembap, salah satu solusinya ialah membeli dehumidifier, dan memindahkannya ke ruangan yang berbeda secara teratur untuk memastikan bahwa semua area rumah kering dan tidak ada sarang jamur di dinding.

Untuk ruang yang lebih besar, mungkin ada baiknya membeli alat penurun kelembapan. Tak hanya yang tinggal di daerah basah atau sering hujan, mereka yang tinggal di wilayah kering atau panas pun juga harus berhati-hati karena udara panas dapat menyebabkan area di sekitar rumah jadi lembap.

Pastikan membersihkan area yang basah seperti kamar mandi, belakang kulkas dan mesin cuci, serta rajin-rajinlah membuka jendela agar udara masuk dan tidak menyebabkan ruangan lembap.

Baca juga: Cara Menghilangkan Jamur Hitam di Rumah

Kondensasi pengembunan

Ilustrasi jamur hitam pada sudut dinding.SHUTTERSTOCK/BURDUN ILLIYA Ilustrasi jamur hitam pada sudut dinding.

Pengembunan terjadi secara alami di dinding perimeter rumah karena udara di luar lebih dingin daripada di dalam rumah.

Akibatnya, air di udara dapat mengalami penurunan suhu ketika menyentuh dinding dan mengalami perubahan wujud menjadi cair. Jika cairan ini dibiarkan terlalu lama akan menjadi tempat berkembang biak jamur.

Periksa setiap dinding luar rumah secara teratur untuk mencegah penumpukan kelembaban. Selain itu, pasang dinding stud ganda untuk menghilangkan risiko kondensasi.

Baca juga: Cara Basmi Nyamuk dan Agas Jamur pada Tanaman

Kebocoran air

Penyebab dinding berjamur lainnya ialah adanya kebocoran pada pipa air. Jika pipa menetes, air kemungkinan akan masuk ke rangka rumah setiap kali kamu menyalakan keran.

Karena kelembapan ini menumpuk dari waktu ke waktu, ini menjadi sarang untuk semua jenis bakteri dan jamur pun tak terelakkan. Solusinya, periksa pipa air sesering mungkin dan pastikan agar pipa tidak bocor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau