Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Ini Cara Mengatasi Pintu dan Jendela yang Berderit

Kompas.com, 19 Oktober 2021, 14:19 WIB
Abdul Haris Maulana,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pintu dan jendela yang mengeluarkan suara berderit ketika membukanya tentu sangat mengganggu, terlebih bila bunyinya begitu keras.

Pintu dan jendela yang berderit bisa disebabkan engsel yang mulai bermasalah atau mengalami keausan. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang perlu dilakukan.

Dilansir dari beberapa sumber, Selasa (19/10/2021), berikut ini cara mengatasi pintu dan jendela rumah yang berderit dan suara berisik lainnya. 

Baca juga: Tangga Langsung Menghadap Pintu Rumah, Apa Bagus Menurut Feng Shui?

Oleskan setetes oli pada semua engsel pintu dan jendela

Kebanyakan pintu berderit atau berdecit karena terlalu banyak tekanan pada engselnya. Untuk mengatasinya, oleskan setetes oli pada engesil.

Caranya, gunakan obeng untuk mengetuk bagian bawah engsel sehingga mendorong keluar engsel bubut. Saat engsel bubut hampir keluar setengahnya, tambahkan beberapa tetes oli serbaguna di dalam lubang engsel bubut dan di sekitarnya. 

Setelah itu, dorong engsel bubut ke dalam serta gerakkan pintu ke depan dan ke belakang agar oli meresap. 

Baca juga: Langkah Merawat Kunci Pintu agar Bertahan Lebih Lama

Semprotkan cairan WD-40 ke engsel pintu dan jendela

Salah satu perbaikan termudah untuk pintu berderit adalah melumasinya dengan cairan WD-40.

Semprotkan cairan WD-40 pada engsel pintu dan jendela serta gerakkan pintu maju-mundur untuk membiarkan cairan WD-40 menembus bagian dalam. 

Baca juga: Tips Mengecat Ulang Pintu Garasi agar Tampak Baru

Kencangkan sekrup yang longgar pada kait jendela

Pastikan mengencangkan semua sekrup yang memasang kait atau kunci jendela ke rangkanya sebelum mencoba membuka jendela.

Jika tidak, sekrup yang kendor dapat menyebabkan bunyi berderak saat dibuka dan mungkin tidak menutup dengan benar setelahnya.

Apabila menemukan sekrup yang longgar pada kait jendela, kencangkan segera. Kamu mungkin memerlukan obeng untuk tugas ini. 

Baca juga: 6 Cara Membersihkan Jendela Rumah

Gunakan lilin parafin

Untuk pintu yang berderit begitu keras, gunakan lilin parafin. Lilin dapat mencegah penumpukan debu pada beberapa waktu mendatang.

Caranya, lepaskan engsel bubut dari engsel dan celupkan ke dalam lilin cair, lapisi secara merata. Kemudian, tunggu hingga agak dingin sebelum mendorongnya kembali dan menggerakkan pintu ke depan dan ke belakang.

Baca juga: 6 Tanaman Hias Indoor yang Cocok Diletakkan di Dekat Jendela

Jika melumasi atau memberi lilin tidak membantu, bisa jadi itu adalah kotoran atau karat. Lepaskan engselnya dan gunakan wol baja serta detergen cair untuk membersihkan kotoran, minyak, atau sisa cat.

Setelah engsel mengering, kencangkan kembali dan lapisi dengan cairan WD-40. Bersihkan kelebihan cairan segera untuk mencegah penumpukan karat pada masa mendatang. 

Baca juga: 3 Ide Rak Sepatu untuk Diletakkan di Pintu Masuk Rumah

Perbaikan cepat

Jika perlu memperbaiki pintu dalam keadaan darurat, gunakan saja minyak apa pun yang dimiliki seperti minyak goreng serta petroleum jelly. 

Gunakan tisu kertas untuk menggosoknya ke engsel dan bersihkan kelebihannya. Ini mungkin hanya memperbaiki bunyi mencicit sementara, tetapi sangat bagus dalam keadaan darurat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau