Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 7 Desember 2021, 14:45 WIB
Abdul Haris Maulana,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran hama seperti tikus, kecoak, dan cicak di rumah tentu tidak pernah diharapkan setiap penghuni rumah mana pun.

Selain membuat rumah kotor dan rusak, kehadiran hama juga sangat mengganggu, membuat kekacauan, serta membahayakan kesehatan penghuni rumah. 

Baca juga: Mudah, Begini Cara Membasmi Hama Agas Jamur pada Tanaman

Karena itu, menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat adalah satu-satunya pilihan melindungi rumah dari hama.

Dilansir dari Beauty Harmony Life, Selasa (7/12/2021), berikut beberapa tips menjaga rumah bebas hama. 

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Alami untuk Basmi Hama Ulat Grayak

Pastikan area dapur bersih

Ilustrasi dapurUnsplash/Aaron Huber Ilustrasi dapur
Dapur adalah tempat yang akrab atau sering dikunjungi beragam ham karena terdapat sisa-sisa makanan di dapur. 

Untuk itu, perlu menghilangkan segala macam kotoran di dapur guna menghindari serangan hama. Selain itu, hindari menciptakan lingkungan lembap di dapur serta menjaga kebersihan meja dapur dan laci.

Pastikan juha permukaan dapur selalu dilap secara teratur dan hindari meninggalkan bahan makanan di tempat terbuka. 

Baca juga: 4 Cara Mencegah Hama Masuk ke Rumah

Periksa retakan dan lubang di rumah

Bukaan kecil di rumah adalah tempat sempurna bagi hama untuk masuk ke rumah. Karena itu, perlu secara teratur memeriksa rumah apakah ada celah dan lubang yang dapat dilalui hama.

Bila ada, segera tutup lubang dan celah tersebut agar rumah benar-benar aman dari serangan hama. Gunakan bahan segel yang tahan lama dan tidak mudah dikunyah hama.

Bahan lembaran logam adalah pilihan yang baik jika menginginkan perlindungan yang tepat terhadap hama. 

Baca juga: Mengenal Hama Kutu Daun Persik pada Tanaman Cabai dan Cara Membasminya

Pastikan membuang sampah secara teratur

Ilustrasi tempat sampah, memisahkan sampah.SHUTTERSTOCK/ALEKSANDRA SUZI Ilustrasi tempat sampah, memisahkan sampah.
Sampah kerap menarik hama di rumah. Untuk itu, penting membuang sampah secara teratur untuk membuat keluar dari masalah ini. 

Jika tidak, bersiaplah menghadapi hama dan hewan pengerat. Hama yang sangat menyukai sampah adalah kecoak.

Lebih buruk lagi, ketika kecoak menemukan buah-buahan busuk, hal ini sanjutnya akan menarik hama seperti lalat buah muncul. Buah busuk juga dapat menarik hama lain seperti semut yang selalu sulit dibasmi. 

Baca juga: Apakah Kapur Barus Efektif Mengusir Hama di Rumah?

Simpan bahan makanan dengan benar

Kebanyakan hama memiliki indra penciuman yang sangat baik, yang cenderung membawa mereka ke tempat adanya makanan. 

Itulah mengapa hama cenderung memilih makanan dalam wadah terbuka. Hal ini tentu berbahaya karena hama seperti tikus  menyimpan infeksi yang menimbulkan risiko kesehatan. 

Karena itu, pastikan makanan selalu disimpan dengan benar dalam wadah atau tas penyimpanan yang tertutup. Selain itu, buang makanan yang sudah basi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau