Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Peralatan Elektronik yang Mengonsumsi Banyak Listrik di Rumah

Kompas.com, 23 Desember 2021, 07:18 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber decor tips

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak dapat dipungkiri jika rumah tangga menempati peringkat yang sangat tinggi dalam mengonsumsi energi atau listrik. 

Berbagai perangkat yang banyak orang gunakan setiap harinya membutuhkan listrik seperti televisi (TV), kulkas, oven, kompor listrik, komputer, dan mesin cuci

Baca juga: 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Terjadi Pemadaman Listrik

Pemakaian peralatan elektronik ini terkadang dapat membuat tagihan listrik di rumah melonjak tinggi.

Melansir dari Decor Tips, Kamis (23/12/2021), ada beberapa peralatan elektronik di rumah yang terus beroperasi dan mengonsumsi listrik paling besar setiap harinya seperti berikut ini;

Oven pirolitik dan oven kelas atas lainnya

Menawarkan hasil yang sangat baik, oven ini menghabiskan banyak energi. Jika menggunakannya setiap hari, dapat meningkatkan konsumsi listrik dan biaya energi. 

Baca juga: 8 Tips Menghemat Biaya Listrik di Setiap Sudut Rumah

Mesin cuci

Ilustrasi mesin cuci, ruang cuci. SHUTTERSTOCK/PIXEL-SHOT Ilustrasi mesin cuci, ruang cuci.
Karena kekuatan dan kegunaannya, mesin cuci membutuhkan kinerja tinggi dalam waktu pengoperasian yang singkat dan meningkatkan konsumsi listrik.

Beberapa mesin cuci mampu menyedot data hingga 2.000 watt, yang merupakan contoh konsumsi energi yang tinggi. 

Pengering

Sama dengan mesin cuci, pengering mesin cuci digunakan setiap hari selama proses pencucian dan menghabiskan banyak energi listrik.  

Baca juga: 5 Tips Menghemat Tagihan Listrik Saat Menggunakan AC di Rumah

Microwave

Microwave memiliki daya watt yang terdiri atas berbagai jenis, dari paling sederhana, paling dasar, hingga paling bertenaga 1.500 watt.

Beberapa orang menggunakan microwave secara teratur sehingga dapat mengonsumsi banyak listrik. 

Baca juga: Water Heater Listrik Vs Water Heater Gas, Mana yang Lebih Baik?

Kabel yang terus dicolokkan ke soket daya 

Ilustrasi listrik, soket listrik, Unsplash/Kelly Sikkema Ilustrasi listrik, soket listrik,
Selain konsumsi listrik yang terlihat, ada konsumsi listrik hantu, yakni yang tidak terlihat atau tidak disadari. Konsumsi tak terlihat ini melibatkan semua perangkat, kabel, serta konektor yang terus-menerus dicolokkan ke soket daya.

Banyak orang berpikir hal ini tidak menyedot listrik, padahal mengonsumsi listrik. Secara bertahap dan dalam jangka waktu lama, hal ini bisa membuat tagihan listrik bertambah. 

Karena itu, perlu mencabut semua peralatan yang tidak digunakan seperti charger handphone yang dibiarkan tercolok. Hal ini pada akhirnya biasa mengurangi asupan energi listrik di dalam rumah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau