Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 2 Maret 2022, 15:31 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.comSeptic tank atau tangki septik harus selalu dalam keadaan prima guna mencegah air limbah dan kotoran rumah tangga muncul ke permukaan.

Idealnya, septic tank perlu dirawat dengan cara melakukan penyedotan setiap tiga hingga lima tahun. Namun, ini bisa lebih cepat atau lama, tergantung pada beberapa kondisi. 

Baca juga: Kenali, Ini Tanda-tanda Septic Tank Perlu Disedot

Misalnya, berapa banyak orang yang menggunakan kamar mandi, mencuci pakaian, dan mencuci piring, serta jumlah kamar mandi dalam sebuah rumah. Untuk itu, penting melakukan perawatan pada septic tack.

Dilansir dari The Pink Plumber, Rabu (2/3/2022), berikut ini beberapa alasan perlu merawat septic tank. 

Menghemat biaya perawatan 

Ilustrasi septic tank, sedot WC. SHUTTERSTOCK/M G WHITE Ilustrasi septic tank, sedot WC.

Biaya menyedot septic tank bervariasi, tetapi biasanya  berada pada kisaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Terlebih, bila septic tank sudah lama tidak dibersihkan dan kotorannya cukup sulit disedot, mungkin biayanya akan lebih mahal.

Belum lagi, septic tank yang tidak pernah mendapat perawatan rentan mengalami masalah seperti keretakan atau kebocoran. Tentu saja, ini memakan biaya lebih besar. 

Apabila septic tank harus diganti secara keseluruhan, kamu akan mengeluarkan biaya ekstra untuk menggalinya.

Cara efektif menangani masalah ini adalah menjadwalkan perawatan rutin untuk septic tank guna menghemat biaya.

Baca juga: 3 Permasalahan yang Sering Dialami Septic Tank dan Cara Mengatasinya 

Menjaga kesehatan keluarga

Ilustrasi septic tank, ilustrasi tangki septik.SHUTTERSTOCK / Artem Bruk Ilustrasi septic tank, ilustrasi tangki septik.

Septic tank berperan penting menjaga kebersihan rumah dan air. Peralatan ini memproses dan membuang seluruh air limbah dengan aman setiap hari.

Air limbah penuh dengan polutan dan kontaminan sehingga menimbulkan risiko serius bagi kesehatan. Septic tank memisahkan kontaminan ini dari air limbah sebelum dikeluarkan ke area resapan (drain field). 

Baca juga: Kerap Terlupakan, Ini Cara Membersihkan Sikat Kloset dan Wadahnya

Septic tank yang tidak mendapat perawatan akan kehilangan kemampuannya mengelola kontaminan dengan baik. 

Untuk tangki yang penuh dengan lumpur, air limbah yang belum diproses dapat kembali ke saluran pembuangan. Jika terkena air ini, kamu berisiko tertular beragam penyakit. 

Jika sistem septic tank berhenti memproses limbah dengan benar, kontaminan di dalamnya pun dapat meresap ke air tanah di rumah. 

Baca juga: Septic Tank Beton Vs Plastik, Mana yang Lebih Baik?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau