Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 20 Maret 2022, 19:12 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Ada beragam pilihan ruang penyimpanan untuk dapur, dari laci, rak, hingga lemari atau kabinet. 

Untuk kabinet, umumnya digunakan sebagai tempat penyimpanan peralatan makan seperti gelas dan piring.

Baca juga: 3 Cara Murah untuk Menyegarkan Kembali Kabinet Dapur

Selain memberi ruang penyimpanan ekstra, kehadiran kabinet dapat memperindah tampilan dapur, terlebih jika desainnya cantik serta warnanya menarik.

Namun, memilih kabinet dapur memerlukan banyak pertimbangan selain desan dan warna. 

Dikutip dari Family Handyman, Minggu (20/3/2022), ada panduan memilih kabinet dapur yang tepat agar menjadi dekorasi fungsional yang melengkapi tampilan dapur secara keseluruhan seperti berikut ini. 

Baca juga: 5 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Memilih Kabinet Dapur

Ilustrasi microwave, meletakkan microwave di bagian atas kabinet dapurUnsplash/JOSBRA design Ilustrasi microwave, meletakkan microwave di bagian atas kabinet dapur

Material

Kitchen Design Manager di Jay-K Lumber, Rachael Reczenski, mengatakan perlu memperhatikan material kabinet dapur.

“Kotak kabinet biasanya dibuat dari kayu lapis,  papan partikel, terkadang papan jenis Medium Density Fireboard (MDF), atau kayu solid,” ujar Reczenski. 

Namun, pintu dan bingkai wajah lemari—rangka yang dipasang pada bagian depan kabinet—dibuat dengan menggabungkan kayu solid, kayu lapis, atau MDF.

Material kabinet yang dipilih dapat mempengaruhi biaya, daya tahan, dan tampilannya saat dipasang di dapur.

Baca juga: Bau dan Tidak Praktis, 5 Hal Ini Tak Boleh Disimpan di Kabinet Dapur 

Desain

Kabinet berbingkai memiliki pola dan elemen yang menampilkan estetika tradioinal, klasik, atau kontemporer. Sementara itu, kabinet tanpa bingkai yang sederhana menampilkan estetika minimalis.

Pilihlah desain yang kamu suka dan sesuai dengan kebutuhan. Namun, jika berencana  menjual rumah dalam waktu lima tahun ke depan, pertimbangkan desain kabinet yang saat ini sedang naik daun.

Baca juga: 4 Tips Menghilangkan Bau Apek pada Kabinet Dapur

Perawatan

Ilustrasi lemari dapur, kabinet dapur. PIXABAY/MIKE GATTORNA Ilustrasi lemari dapur, kabinet dapur.
Kabinet dapur juga memerluka perawatan untuk membuat tetap menarik serta tahan lama. Kabinet dengan desain yang memiliki banyak celah yang dalam dan detil lebih sulit dirawat dibanding panel kabinet yang datar.

Lapisan akhir juga menentukan kemudahan pembersihan. Lapisan satin, misalnya, lebih mudah dalam menyembunyikan noda sidik jari ketimbang lapisan matte.

Baca juga: Hindari 5 Kesalahan Mengecat Kabinet Dapur agar Awet dan Tahan Lama 

Harga

Harga kabinet dapur akan beragam dari satu toko ke toko lainnya. Apakah kamu ingin kabinet yang sudah jadi atau kabinet yang secara khusus disesuaikan dengan desain yang diinginkan.

Lebih lanjut, harga kabinet juga bergantung pada pemasangan atau menyewa jasa pemasangan dari produsen.

Jika sedang menghemat pengeluaran dan kabinet masih dalam kondisi layak, perbaiki tampilannya seperti mengganti pintu jika dibutuhkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau