Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 27 Maret 2022, 19:17 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Ada beragam keuntungan menggunakan karpet wol selain mempercantik ruangan di dalam rumah.

Material wol lebih tahan lama dibanding serat sintetis dan tidak mudah kusut meski ditaruh di ruangan dengan lalu lintas tinggi atau sibuk. 

Baca juga: Mudah, Ini Cara Membersihkan Selimut Wol

Selain itu, karpet wol secar alami tahan api sehingga tahan terhadap korek api, rokok, atau percikan api yang tidak sengaja jatuh.

Meski demikian, sama dengan karpet material lainnya, karpet wol dapat berdebu jika tidak dirawat dan jarang dibersihkan. 

Baca juga: Jangan Bingung, Ini 4 Cara Memilih Warna Karpet untuk Ruangan

Perawatan karpet wol

Untuk mencerahkan ruangan gelap pilihlah karpet berwarna putih cerah.Unsplash/Hutomo Abrianto Untuk mencerahkan ruangan gelap pilihlah karpet berwarna putih cerah.

Disadur dari Oh So Spotless, Minggu (27/3/2022), karpet wol perlu dibersihkan dengan penyedot debu setidaknya dua kali seminggu.

Sebab, karpet wol yang masih  baru bisa mengalami kerontokan. Setelah beberapa bulan pertama, kamu dapat menggunakan penyedot debu setiap minggu atau setiap beberapa minggu. 

Namun, hal itu tergantung dari seramai apa lalu lintas manusia di area karpet diletakkan. Lebih lanjut, kamu dapat membersihkan area tertentu sesering yang diinginkan dan pembersihan mendalam setiap tahun.

Baca juga: 4 Tips Membersihkan Noda Karpet yang Membandel dan Sulit Dihilangkan

Cara membersihkan karpet wol

Ketika waktunya tiba membersihkan karpet wol, kamu tidak perlu repot pergi ke laundri. Pasalnya, cara membersihkann karpet wol cukup mudah dan hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam.

Peralatan pembersih yang dibutuhkan adalah penyedot debu, sapu, dua ember, spons, kain lap atau handuk, air dingin, dan detergen. Untuk cara pembersihannya, kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Kencing Kucing dari Karpet, Kasur, dan Sofa

Ilustrasi karpet sebagai elemen dekorasi ruangan. UNSPLASH/SVEN BRANDSMA Ilustrasi karpet sebagai elemen dekorasi ruangan.

  • Kebas karpet

Pertama, kebas karpet terlebih dulu di luar rumah saat matahari sedang cerah untuk menghilangkan sebanyak mungkin kotoran dan debu agar karper mudah dibersihkan.

  • Gunakan penyedot debu

Setelah itu, gunakan penyedot debu untuk menghilangkan sisa kotoran dan debu yang masih menempel pada permukaan karpet. 

Baca juga: 6 Tips Merawat dan Membersihkan Karpet agar Tampak Baru Kembali

  • Cuci dengan detergen

Kemudian, campurkan dua sendok teh detergen dan air dingin pada salah satu ember yang telah disediakan.

Jika memungkinkan, cari detergen yang didesain khusus untuk mencuci karpet wol atau setidaknya detergen tanpa pemutih agar warna karpet tidak memudar.

Baca juga: Jangan Bingung, Ini 4 Cara Memilih Warna Karpet untuk Ruangan

  • Gosok dengan halus

Ilustrasi karpet di ruanganUnsplash/Alberto Castillo Q Ilustrasi karpet di ruangan

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau