Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Cara Mudah Membersihkan Bulu Hewan Peliharaan yang Rontok

Kompas.com, 17 Juli 2022, 13:20 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber USA Today

JAKARTA, KOMPAS.com – Bulu hewan peliharaan seperti anjing dan kucing dapat rontok dengan mudah, terlebih jika tidak dirawat dengan baik.

Bulu hewan peliharaan bisa rontok saat hewan sedang berjalan, bahkan dielus oleh pemiliknya. 

Baca juga: Perlukah Menyikat Bulu Kucing Secara Teratur?

Bulu hewan peliharaan yang rontok tentu membuat rumah kotor karena menempel pada permukaan apa pun, dari pakaian, lantai, sofa, hingga gorden

Untungnya, disadur dari USA Today, Minggu (17/7/2022), ada tiga cara mudah  membersihkan bulu hewan peliharaan yang rontok dan mengotori rumah seperti berikut.  

Baca juga: 6 Hal yang Harus Disiapkan Saat Pindah Rumah Bersama Hewan Peliharaan

Sarung tangan karet

Ilustrasi mencuci piring menggunakan sarung tangan karetFREEPIK.COM/PEOPLECREATIONS Ilustrasi mencuci piring menggunakan sarung tangan karet

Beberapa hewan peliharaan gemar bersantai di sofa. Akibatnya membuat sofa kotor dan dipenuhi rontokan bulu. 

Untuk mencegahnya, beberapa orang memilih menggunakan pelapis sofa. Akan tetapi, ada solusi yang lebih baik, yakni menggunakan sarung tangan karet. 

Teksturnya yang unik dapat membantu mengangkat rontokan bulu hewan peliharaan. Kamu hanya perlu mengenakannya atau menggosok sarung tangan karet ke permukaan yang hendak dibersihkan. Setelah itu, buang semua bulu hewan peliharaan ke tempat sampah.

Baca juga: 7 Tips Membersihkan Bulu Hewan Peliharaan dari Berbagai Benda di Rumah

Batu apung

Ilustrasi batu apung.SHUTTERSTOCK / Joanna Stankiewicz-Witek Ilustrasi batu apung.
Batu apung lebih sering digunakan untuk membersihkan kamar mandi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membasmi rontokan bulu hewan peliharaan.

Cari spot atau area yang sering diduduki anjing dan kucing seperti karpet. Apabila permukaannya mudah ditempeli oleh bulu, seiring waktu bulu-bulu yang terkumpul akan menjadi kusut dan keras. 

Nah, ketika tumpukan bulu mulai mengeras dan menggumpal, hal ini sulit dibersihkan, terutama jika menggunakan penyedot debu.

Untuk mengatasinya, gunakan batu apung dan gosok pada area yang terdapat bulu. Teksturnya yang kasar membantu mengangkat tumpukan bulu tersebut.

Baca juga: 5 Penyebab Bulu Hewan Peliharaan Berubah Warna Menjadi Putih

Dryer sheet

Jika memiliki mesin pengering, gunakan dryer sheet atau dryer ball untuk membantu menghilangkan bulu hewan peliharaan yang menempel pada pakaian jenis apa pun.

Namun, pastikan bahan yang terkandung dalam dryer sheet atau dryer ball aman digunakan pada jenis kain pembuat pakaian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau