Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kayu Solid Vs Particle Board, Mana Lebih Baik untuk Material Furnitur?

Kompas.com, 24 Juli 2022, 10:27 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa masyarakat menganggap furnitur kayu bisa menjadi elemen dekorasi lantaran memiliki tampilan yang dapat mempercantik rumah dan membuatnya lebih elegan. 

Di samping itu, furnitur kayu juga memiliki harga jual cukup mahal. Tentunya, hal ini dapat menguntungkan para pemilik yang ingin mengganti furnitur dengan model terbaru.

Baca juga: Cara Merawat dan Membersihkan Lemari Dapur Kayu Solid

Akan tetapi, ada dua jenis furnitur kayu yang tersedia di pasaran, yakni kayu solid dan particle board (papan partikel).

Gilang Afif, Sales Assistant di Dekoruma Experience Center Bintaro Jaya Xchange Mall, mengatakan masing-masing variasi dari material kayu ini memiliki keuntungan dan kekurangan tersendiri.

“Kalau untuk menengah ke bawah, particle board harganya lebih terjangkau. Kalau untuk menengah ke atas, (orang-orang menggunakan) kayu solid. Yang membedakan itu daya tahannya,” ungkapnya kepada Kompas.com di Tangerang Selatan, baru-baru ini. 

Baca juga: 5 Langkah Memilih Furnitur yang Tepat untuk Rumah

Tampilan

Ilustrasi furnitur kayu. PEXELS/CURTIS ADAMS Ilustrasi furnitur kayu.

Gilang menjelaskan, papan partikel adalah variasi material kayu yang terbuat dari serbuk kayu yang sudah dipadatkan (pressed) dan dilapisi high pressure laminate (HPL).

Ketika lapisannya dibuka, furnitur yang dibuat dari papan partikel akan menunjukkan tampilan serbuk kayu yang telah dipadatkan.

“Kalau kayu solid biasanya jarang dilapisi dengan lapisan lainnya (HPL, multipleks, veneer), jadi langsung menggunakan serat urat, finishing dengan coating kayu,” tutur Ariko Andikabina, arsitek dari SAIA Architecture, dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/1/2022).

Baca juga: Simak, Ini 6 Tips Memilih Furnitur Kayu Berkualitas Tinggi

Suara

Menurut Gilang, ketika diketuk, suara yang dikeluarkan furnitur papan partikel memiliki suara lebih “renyah” daripada yang terbuat dari kayu solid.

“Kalau kayu solid, ketika ditepuk, suaranya padat dan enggak renyah seperti particle board,” jelas dia. 

Baca juga: 3 Keuntungan Membeli Satu Set Furnitur untuk Rumah

Daya tahan

Ilustrasi furnitur kayu.Shutterstock/LEKSTOCK 3D Ilustrasi furnitur kayu.

Untuk daya tahan terhadap air, Gilang mengatakan keduanya sama-sama tidak mudah lapuk. Namun, furnitur kayu solid lebih tahan terhadap air daripada papan partikel.

Particle board harus segera diseka pakai lap kering setelah mengelap dengan kain lembap supaya enggak cepat lapuk. Tapi, sekarang udah banyak particle board yang dilapisin pakai finishing tebal, jadi tahan lumayan lama,” ujar Gilang.

Meski demikian, ia tetap mengimbau furnitur bermaterial kayu variasi apa pun tidak boleh dibiarkan terkena cairan untuk waktu lama, terlepas dari daya tahannya.

Baca juga: Ragam Jenis Finishing untuk Furnitur Kayu di Rumah

Harga

Terkait harga, menurut Gilang, furnitur berbahan papan partikel bisa mempunyai harga lebih murah daripada kayu solid.

Bahkan, untuk furnitur jenis kitchen set, misalnya, kamu akan lebih mudah menemukan kitchen set berbahan papan partikel lantaran harganya lebih murah sehingga lebih banyak dicari masyarakat.

Ariko mengamini bahwa harga kitchen set berbahan kayu solid lebih mahal, tetapi kayu solid jenis jati Belanda masih cukup terjangkau.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau