Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 21 April 2024, 21:00 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bunga lili merupakan salah satu jenis bunga yang banyak disukai. Daun bunga ini mencolok dan saat mekar bunganya akan terlihat sangat cantik. 

Namun, untuk mendapatkan lili yang mekar sempurna, tanaman ini perlu dirawat dengan maksimal. Salah satu perawatan yang harus diberikan yaitu melakukan pemupukan dengan benar. 

Baca juga: Manfaat Ampas Kopi untuk Tanaman Lili Paris dan Cara Menggunakannya

Memberikan pupuk berimbang akan membuat bunga lili bertahan lebih lama dan daunnya semakin menarik. 

Lalu, bagaimana cara memupuk bunga lili dengan benar? Dikutip dari Homes and Gardens, Minggu (21/4/2024), berikut penjelasan selengkapnya. 

Kapan waktu pemupukan bunga lili?

Ilustrasi bunga lili merah.Dok. Shutterstock/Mariia Romanyk Ilustrasi bunga lili merah.

Pemupukan tanaman lili tidak boleh sembarangan, harus dilakukan di waktu yang tepat. Tanaman lili bisa dipupuk saat sedang aktif bertumbuh. 

Pemupukan saat pertumbuhannya sedang melambat atau berhenti, maka tanahnya akan menjadi terlalu jenuh dan akarnya busuk. 

Kondisi tersebut menyebabkan bunga lili layu atau bahkan membuat bunga lili menjadi kuning.

Sementara itu, Sally Allsop, pendiri All That Grows, mengatakan bahwa lili dapat dipupuk setiap empat hingga enam minggu selama musim tanam. Sally juga menyarankan untuk tidak memberikan pupuk saat musim hujan. 

Baca juga: Kapan Harus Menyiram Tanaman Lili Paris? Ini yang Harus Diperhatikan

Cara memupuk bunga lili

Saat memupuk bunga lili, penting untuk selalu menggunakan pupuk yang tepat dan memastikan tanaman tersebut mendapatkan manfaatnya. 

Jeannie Psomas, pakar tanaman dan pemilik The Plant Lady di Sans Francisto, mengatakan untuk bunga lili perlu diberikan pupuk organik jenis apapun atau pupuk yang diformulasikan khusus agar bunga ini dapat mekar sempurna. 

Jeannie juga menyarankan untuk menghindari pupuk yang kandungan nitrogennya lebih tinggi dari nutrisi lain karena formula tersebut akan meningkatkan produksi daun dibandingkan bunga. 

Maka dari itu, penting untuk memperhatikan jumlah pupuk NPK dan rasio NPK yang diberikan agar nutrisi yang didapatkan tanaman seimbang. 

Jika menggunakan pupuk cair atau substrat lain, maka pastikan pupuk langsung diaplikasikan ke tanah. Pastikan pupuk disiramkan di pangkah tanaman agar pupuk dapat mencapai akar tanaman lebih cepat. 

Baca juga: Kenapa Daun Tanaman Lili Paris Menguning? Penyebab dan Solusinya

Selalu ikuti petunjuk pada kemasan pupuk untuk memastikan pengaplikasikannya tepat dan dosis yang diberikan sesuai. Jangan lupa untuk memberikan pupuk lagi beberapa minggu setelahnya agar pertumbuhan tanaman maksimal. 

Ilustrasi bunga lily calla.SHUTTERSTOCK/SZMULI Ilustrasi bunga lily calla.

Apa yang terjadi jika pemberian pupuk terlalu banyak?

Idealnya, pemberian pupuk dilakukan secara berimbang. Sebab, terlalu banyak memberikan pupuk akan menyebabkan beberapa masalah. 

Sonya Query, ahli kebun dan direktur pemasaran di Love PLants, mengatakan bahwa pemupukan berlebih bisa menyebabkan akar terbakar serta membuat ujung daun menjadi cokelat dan renyah. 

Tak hanya itu, pemupukan terlalu banyak dan sering juga akan mengganggu pertumbuhan daun dan pH tanah. Maka dari itu, pastikan untuk mengikuti petunjuk aplikasi di kemasan produk agar pemberian pupuk seimbang. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau