JAKARTA, KOMPAS.com - Bunga anyelir atau carnation (Dianthus caryophyllu) memiliki tampilan yang cantik.
Nama Dianthus diambil dari bahasa Yunani yang artinya bunga suci, sedangkan nama carnation adalah kata Latin yanag berarti mahkota atau karangan bunga.
Baca juga: Bunga Bugenvil Bisa Berubah Warna, Ini 3 Penyebabnya
Secara tradisional, bunga anyelir melambangkan pesona, keistimewaan, dan cinta, terutama cinta seorang ibu.
Bunga anyelir yang berasal dari Eropa ini hadir dalam berbagi pilihan warna, seperti putih, kuning, pink, merah, dan ungu.
Anyelir juga termasuk bunga yang mudah ditanam dan dirawat. Jika mendapat nutrisi cukup, bunga anyelir dapat mekar setelah enam minggu ditanam.
Namun, beberapa bibit mungkin tidak berbunga pada tahun pertama sehingga butuh kesabaran untuk melihat bunga anyelir mekar.
Selain itu, perlu diketahui, bunga anyelir beracun untuk hewan peliharaan dan anak-anak sehingga perlu ditanam di tempat sulit untuk diakses.
Dikutip dari The Spruce, Sabtu (21/12/2024), berikut cara merawat bunga anyelir.
Baca juga: 3 Penyebab Bunga Anggrek Rontok Terlalu Cepat
Meski tumbuh paling baik di bawah sinar matahari penuh, bunga anyelir cocok ditanam di tempat teduh.
Terlalu banyak sinar matahari pada sore hari dapat menyebabkan kelopak bunga anyelir yang berwarna cerah memudar.
Jika memungkinkan, tanam bunga anyelir di tempat yang terkena sinar matahari pagi agar bunganya tetap segar dan warnanya tetap cerah.
Selanjutnya, cara merawat bunga anyelir adalah memastikan tanah dengan drainase baik dan tanah alkali, yang juga disebut sebagai tanah "manis".
Tanah alkali cenderung memiliki konsentrasi kalsium, magnesium, dan natrium sedikit lebih tinggi.
Jika tanah di rumah cenderung asam, menambahkan sedikit kapur saat menanam anyelir akan membuatnya tumbuh baik.
Baca juga: Cara Merawat Bunga Cendrawasih, Tanaman Tropis yang Cantik
Bunga anyelir relatif tahan kekeringan, tetapi membutuhkan air secara teratur saat kuncup bunganya terbentuk.