Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Air Plant, Tanaman Hias yang Tidak Butuh Tanah

Kompas.com, 31 Mei 2025, 21:30 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Tanaman udara merupakan tanaman hias unik yang bisa tumbuh tanpa tanah. Dengan bentuk daun menyerupai makhluk laut, air plant menjadi salah satu pilihan pencinta tanaman yang ingin dekorasi rumah yang menarik namun minim perawatan. 

Sebelum menanam tanaman udara, berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui tentang tanaman unik ini, sebagaimana dilansir dari Better Homes and Garden s, Sabtu (31/5/2025).

Mengenal tanaman udara 

Ilustrasi tanaman air plant.PIXABAY/JEON SANG O Ilustrasi tanaman air plant.

Tumbuhan udara berasal dari genus Tillandsia. Tanaman ini termasuk epifit, artinya tumbuh dengan menempel pada tanaman lain, biasanya di batang atau cabang pohon.

Baca juga: 6 Tanaman Hias yang Dapat Meningkatkan Produktivitas Kerja

Dengan ratusan spesies, tanaman udara mempunyai bentuk daun unik seperti pita, tali, atau tombak, yang sering tumbuh dalam pola roset. 

Jenis tanaman air dengan daun berwarna perak biasanya lebih tahan kekeringan, sedangkan jenis daun hijau cenderung lebih cepat kering.

Beberapa varietas tanaman udara juga memiliki warna daun cerah seperti coral, dan menghasilkan bunga berbentuk tabung atau corong. 

Di dalam ruangan, tanaman udara umumnya tumbuh setinggi 5 hingga 30 cm, namun di habitat aslinya bisa mencapai lebih dari 2 meter.

Baca juga: 7 Tanaman Hias yang Tumbuh Subur di Sudut Rumah yang Teduh

Tips merawat tanaman udara di rumah

Merawat tanaman air cukup mudah, namun tetap memperhatikan kebutuhan cahaya, udara, suhu, dan kelembapan agar tanaman ini tetap sehat dan indah.

Kebutuhan cahaya

letakkan tanaman udara di tempat yang mendapatkan cahaya terang tapi tidak langsung. Jenis seperti Tillandsia cyanea dan T. lindenii bahkan bisa tumbuh baik di tempat teduh dengan sinar matahari pagi yang lembut.

Penyerapan 

Tanaman udara tidak memiliki akar yang menyerap udara seperti tanaman biasa. Untuk menyiramnya, rendam tanaman dalam air selama 30 menit seminggu sekali, lalu tiriskan sepenuhnya. 

Baca juga: 6 Tanaman Hias yang Dapat Mengurangi Debu di Rumah, Bikin Udara Sehat

Pastikan tidak ada udara yang tersisa di bagian dasar tanaman agar tidak membusuk. Kemudian, semprotkan udara setiap beberapa hari, terutama saat udara di rumah kering.

Suhu dan kelembaban 

Tanaman menyukai udara bersuhu hangat dan akan mati jika suhu turun di bawah 7°C. Jika kamu tinggal di wilayah dengan iklim hangat, tanaman udara bisa tumbuh sepanjang tahun. 

Pastikan juga lingkungan tetap terjaga, terutama saat cuaca dingin, dengan bantuan humidifier jika diperlukan.

Pemupukan 

Meski tidak wajib, pemberian pupuk khusus air tanaman bisa mempercepat pertumbuhan dan membantu tanaman ini berbunga. Gunakan pupuk cair dan ikuti dosis anjurannya. Jangan memberi pupuk secara berlebihan karena dapat merusak daun.

Baca juga: 6 Jenis Tanaman Hias Gantung yang Tumbuh Subur di Ruangan Minim Cahaya

Hama dan penyakit umum 

Tanaman udara tergolong tahan hama, tetapi bisa menyerang kutu putih atau serangga bersisik. 

Untuk mengatasi hama, bersihkan dengan kapas basah dan pisahkan dari tanaman lain. Hindari penggunaan minyak nimba karena dapat menghalangi penyerapan udara.

Penyakit air tanaman lainnya termasuk pemanasan akibat perendaman terlalu lama, daun kering karena dehidrasi, atau perubahan warna akibat terlalu banyak sinar matahari. Perhatikan kondisi tanaman secara rutin untuk mendeteksi masalah sejak awal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau