Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tanaman Hias yang Dapat Mengurangi Debu di Rumah, Bikin Udara Sehat

Kompas.com, 28 Mei 2025, 20:10 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman hias tidak hanya membersihkan udara dan memberikan kesegaran, tapi beberapa juga dapat mengurangi debu di rumah. 

Banyak tanaman dalam ruangan menangkap dan menahan partikel debu di udara tanpa melepaskannya. 

Baca juga: 3 Cara Membersihkan Tanaman Hias agar Tetap Subur dan Bebas Debu

Hal ini dilakukan dengan menghasilkan ion negatif yang bekerja seperti magnet--secara fisik menarik partikel debu dari udara dan menempel pada daun tanaman

Elise Harlock dari Prestige Flowers--toko bunga dan tanaman hias di Inggris--mengatakan beberapa tanaman dalam ruangan memiliki struktur, seperti rambut halus pada daunnya yang dapat memerangkap debu yang beterbangan di udara. 

"Tanaman tersebut tidak akan mengurangi debu di rumah dan tidak akan menghalangi pembersihan rutin, tetapi dapat menjadi magnet bagi partikel debu," ucap Elise. 

Meski demikian, kamu tidak boleh mengabaikan tanaman yang berdebu. "Pastikan mengelap daun tanaman hias secara teratur dengan kain lembap untuk memastikan tanaman dapat berfotosintesis secara efektif dan tidak terlihat kusam," ucap Elise.

Dilansir dari Ideal Home, Rabu (28/5/2025), berikut enam tanaman hias yang dapat mengurangi debu di rumah

Baca juga: 6 Jenis Tanaman Hias Gantung yang Tumbuh Subur di Ruangan Minim Cahaya

Pothos 

Ilustrasi tanaman satin pothos.Unsplash/feeypflanzen Ilustrasi tanaman satin pothos.
Pothos, yang juga dikenal sebagai devil ivy, adalah pengumpul debu yang hebat. Tanaman ini tumbuh cepat, mudah dirawat, dan tampak cantik di rumah.

"Daun pothos yang lebar dan berlilin bagus untuk menarik debu," kata Elise.

Varietas, seperti pothos emas, juga terdaftar sebagai beberapa tanaman hias terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan di rumah.

Jika mempelajari cara memperbanyak tanaman pothos, kamu dapat membagikannya dengan teman dan keluarga dan menanamnya di beberapa ruangan sekaligus.

Tanaman laba-laba

Selanjutnya, tanaman hias yang dapat mengurangi debu di rumah adalah tanaman laba-laba atau spider plant.  

"Tanaman laba-laba sangat bagus menghilangkan debu dan racun udara lainnya, termasuk formaldehida, dari udara," jelas Steve Chilton, pakar taman di LeisureBench.

Tanaman ini relatif mudah dirawat dan tumbuh subur dalam berbagai kondisi cahaya. 

Merawat tanaman laba-laba juga mudah dilakukan. Kamu hanya perlu menyiram tanaman sesekali dan tanaman akan tumbuh subur di sebagian besar jenis tanah. 

Baca juga: 7 Tanaman Hias Berumur Panjang, Ada yang Bisa Hidup 100 Tahun

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau