Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tanda Rumah Punya Aliran Udara yang Buruk, Segera Perbaiki

Kompas.com, 27 Agustus 2025, 09:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Aliran udara atau ventilasi rumah sering kali dianggap sepele, padahal perannya sangat penting dalam menjaga kualitas udara, kenyamanan, bahkan kesehatan penghuni rumah. 

Aliran udara yang buruk dapat membuat ruangan terasa pengap, memicu pertumbuhan jamur, memperburuk alergi, hingga menyebabkan peralatan cepat rusak. 

Tanda rumah punya aliran udara yang buruk 

Ilustrasi bau tidak sedap di rumah. SHUTTERSTOCK/ANDREY_POPOV Ilustrasi bau tidak sedap di rumah.

Agar bisa melakukan langkah penanganan, berikut adalah beberapa tanda rumah punya aliran udara yang buruk.

Baca juga: 6 Tanaman Hias yang Dapat Mengurangi Debu di Rumah, Bikin Udara Sehat

Kelembapan berlebih 

Salah satu indikator paling jelas dari aliran udara yang tidak memadai adalah kelembapan tinggi di dalam rumah. 

Kamu mungkin sering melihat jendela berkabut atau berembun, terutama saat cuaca dingin. Kondisi ini menandakan uap air terperangkap di dalam ruangan.

Jika dibiarkan, kelembapan berlebih bisa memicu pertumbuhan jamur dan lumut yang berbahaya bagi kesehatan serta merusak dinding dan furnitur.

Baca juga: 5 Cara Memperbaiki Sirkulasi Udara di Dalam Rumah agar Lebih Sejuk

Untuk mengatasinya, jaga kelembapan relatif rumah antara 40 hingga 60 persen. Gunakan exhaust fan saat memasak, terutama saat merebus air atau menggoreng makanan. Di kamar mandi, nyalakan kipas ventilasi selama dan setelah mandi sampai uap benar-benar hilang. 

Bau yang susah hilang 

Apakah rumahmu sering menyimpan bau masakan, bau hewan peliharaan, atau aroma apak meski sudah dibersihkan? Itu tanda sirkulasi udara kurang baik.

Udara segar seharusnya bisa menggantikan udara lama, namun jika ventilasi buruk, bau akan menetap lebih lama dan membuat ruangan tidak nyaman.

Baca juga: Cara Membersihkan Debu di Ventilasi Udara dengan Mudah

Rumah modern yang dibangun rapat sering kali tidak memberi ruang bagi udara luar masuk. Solusinya, buka jendela secara bersilangan agar tercipta sirkulasi udara alami. 

Suhu ruang tidak merata 

Adanya titik panas di satu ruangan dan dingin di ruangan lain bisa menjadi tanda ventilasi buruk.

Banyak orang mengira masalah ini hanya disebabkan oleh insulasi, padahal penyebabnya bisa karena udara tidak bergerak dengan baik. Ketidakmerataan suhu ini membuat sistem pendingin bekerja lebih keras, sehingga tagihan listrik meningkat.

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Kelembapan Udara di Dalam Rumah Tanpa Humidifier

Untuk mengatasinya, periksa kipas exhaust di dapur, kamar mandi, dan ruang cuci. Pastikan kipas tersebut benar-benar menyalurkan udara keluar, bukan hanya ke loteng atau ruangan lain. 

Jika kipas tidak berfungsi dengan baik, udara lembap bisa terperangkap dan menyebabkan kerusakan lebih serius seperti jamur atau keropos kayu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau