Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 19 Desember 2025, 19:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Kapur barus dikenal memiliki bau yang tajam dan menyengat.

Karena aromanya yang kuat, banyak orang percaya bahan ini efektif untuk mengusir tikus dari rumah. Namun, benarkah anggapan demikian?

Faktanya, kapur barus tidak terbukti ampuh mengusir tikus. Para ahli pengendalian hama menegaskan bahwa penggunaan kapur barus untuk tujuan tersebut hanyalah mitos yang terus berulang di masyarakat.

Memahami fungsi kapur barus yang sebenarnya penting agar masyarakat tidak salah langkah, yang justru bisa membahayakan kesehatan penghuni rumah.

Baca juga: 5 Cara Mengusir Kucing Liar dari Kebun Secara Manusiawi

Apa sebenarnya fungsi kapur barus?

Berdasarkan keterangan National Pesticide Information Center, kapur barus, baik dalam bentuk bola, serpihan, kristal, maupun batangan, tergolong sebagai insektisida.

Bahan ini bekerja dengan melepaskan gas beracun di ruang tertutup dan kedap udara untuk membunuh ngengat pakaian, kutu perak, serta serangga pemakan serat yang merusak kain wol.

Namun, kapur barus tidak dirancang untuk mengusir atau membasmi hewan pengerat seperti tikus.

Bahkan, dilansir dari The Spruce, terdapat banyak metode pengendalian ngengat yang lebih aman dan minim risiko dibandingkan kapur barus.

Baca juga: 4 Tanaman yang Dapat Mengusir Laba-laba dari Rumah

Selain itu, National Poison Control Center memperingatkan bahwa paparan uap kapur barus secara berlebihan, tertelan, atau sering disentuh dapat berdampak toksik bagi manusia.

Mengapa kapur barus tidak efektif mengusir tikus?

Menurut para ahli, kapur barus kerap digunakan di lokasi yang tidak tepat dan untuk sasaran hama yang keliru.

Mitos ini bertahan karena kapur barus kadang diklasifikasikan sebagai rodentisida, yakni zat yang dapat membunuh tikus.

Namun, dalam praktiknya, tikus tidak akan memakan kapur barus selama masih tersedia sumber makanan lain di sekitarnya.

Baca juga: Betulkah Ampas Kopi Dapat Mengusir Siput dari Tanaman dan Kebun?

Artinya, kapur barus bukanlah penangkal yang efektif. Bau menyengatnya pun tidak cukup kuat untuk membuat tikus menjauh secara permanen.

Risiko penggunaan kapur barus di rumah

Alih-alih mengusir tikus, kapur barus justru lebih sering menimbulkan masalah baru.

Di dalam rumah, bau kapur barus dapat menempel pada pakaian dan menyebar ke udara, yang menyebabkan ketidaknyamanan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau