Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 6 Januari 2026, 19:39 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Gulma yang tumbuh di celah-celah jalan masuk rumah kerap dianggap sepele.

Padahal, jika dibiarkan, tanaman liar ini tidak hanya mengganggu estetika halaman, tapi juga berpotensi memperparah keretakan pada permukaan beton maupun paving.

Meski terlihat sulit dibersihkan, para ahli menyebut ada sejumlah cara efektif yang bisa dilakukan di rumah untuk menghilangkan gulma di celah paving blok sekaligus mencegah kemunculannya kembali.

Cara membasmi gulma

Dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut ini beberapa metode mengatasi gulma di celah paving block yang bisa dicoba.

Baca juga: 4 Bahan Alami yang Ampuh Membasmi Gulma dari Kebun

Menutup retakan sejak dini

Retakan kecil pada jalan masuk sering menjadi tempat ideal bagi gulma untuk tumbuh.

Celah ini memungkinkan tanah dan air masuk, sehingga biji gulma dapat berkecambah dengan mudah. Karena itu, menutup retakan menjadi langkah penting untuk pencegahan jangka panjang.

Sebelum menutup celah, pastikan seluruh tanah, debu, dan sisa akar gulma dibersihkan terlebih dahulu.

Pada permukaan paving block, pasir polimer bisa menjadi alternatif pengisi celah, dengan catatan warna dan teksturnya disesuaikan agar tampilan tetap rapi.

Baca juga: 6 Cara Mencegah Gulma Tumbuh di Pekarangan Rumah Tanpa Bahan Kimia

Mencabut gulma hingga ke akar

Cara paling sederhana sekaligus ramah lingkungan adalah mencabut gulma secara langsung.

Metode ini efektif jika gulma belum tumbuh terlalu banyak dan akarnya masih mudah dijangkau.

Waktu terbaik untuk mencabut gulma adalah setelah hujan atau saat tanah lembap. Kondisi ini membuat akar lebih mudah terangkat tanpa putus.

Untuk hasil maksimal, gunakan alat kecil seperti obeng atau pisau berujung tajam agar akar gulma bisa terangkat hingga tuntas.

Baca juga: Apakah Garam Bisa Membunuh Gulma? Ini Penjelasannya

Memanfaatkan air mendidih

Air mendidih juga dapat digunakan untuk membasmi gulma di celah jalan masuk. Suhu panas akan merusak jaringan tanaman dan membuatnya layu.

Namun, cara ini umumnya tidak langsung mematikan akar, sehingga perlu diulang beberapa kali.

Metode ini perlu dilakukan dengan hati-hati karena berisiko menyebabkan luka bakar. Selain itu, air mendidih sebaiknya tidak digunakan di area yang sering dilalui anak-anak atau hewan peliharaan.

Membersihkan dengan tekanan air tinggi

Menggunakan selang bertekanan tinggi atau pressure washer dapat membantu membersihkan tanah, debu, dan biji gulma dari celah jalan masuk.
Baca juga: 3 Cara Menyingkirkan Gulma dari Kebun dengan Bahan Alami

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau